Jangan Berbohong Tentang 4 Hal Ini saat Melamar Kerja

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sampah resume atau lamaran kerja. shutterstock.com

    Ilustrasi sampah resume atau lamaran kerja. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada saja orang yang berbohong atau memberikan informasi palsu di dalam surat lamaran kerja demi menarik perhatian perusahaan.
    Di antara beberapa kebohongan yang pernah dibuat, ada empat hal yang sangat mudah diketahui. Itu sebabnya, jangan pernah memberikan informasi palsu tentang hal itu. 

    Baca7 Kesalahan CV yang Membuat Lamaran Kerja Anda Ditolak

    Alih-alih diterima dan dipekerjakan, yang ada si pelamar akan ditandai dan dimasukkan ke dalam daftar hitam perusahaan. Kelak, jika melamar pekerjaan ke perusahaan itu lagi atau grup perusahaan, lamaran Anda kemungkinan besar akan diabaikan meski memenuhi persyaratan. Dilansir dari Silicon Republic dan Bustle, berikut empat informasi yang harus Anda katakan dengan jujur. 

    1. Alamat tempat tinggal

    Perusahaan yang Anda lamar berlokasi di Jakarta. Kelak, jika Anda diterima bekerja, Anda akan ditempatkan di Jakarta. Padahal, Anda berdomisili di Purwokerto. Khawatir pekerjaan impian bakal lolos dari genggaman karena masalah tempat tinggal yang jauh, Anda pun berbohong dengan mengatakan selama ini Anda tinggal di tempat dekat perusahaan.

    Mungkin Anda berpikir melakukan kebohongan kecil seperti ini tidak akan berakibat fatal. Faktanya, kebohongan sekecil apa pun tetaplah kebohongan. Jika Anda ketahuan berbohong, perusahaan akan enggan berhubungan dengan Anda.

    Jujurlah mengenai lokasi Anda selama ini berdomisili. Katakan kepada mereka, Anda akan siap jika perusahaan menempatkan Anda di lokasi tempat kerja yang ditentukan.

    2. Nominal gaji

    Tak jarang pewawancara iseng menanyakan nilai gaji Anda di perusahaan lama. Nah, untuk hal yang satu ini, kejujuran juga diperlukan. Tak usah malu menyebutkan nilai gaji Anda, karena itu tak akan berpengaruh apa-apa. Pihak perusahaan sekadar ingin tahu saja.

    Kalau Anda berbohong, dan setelah itu pewawancara meminta salinan slip gaji, pekerjaan impian pun terancam melayang karena Anda ketahuan berbohong.

    3. Nilai IPK dan pendidikan

    Hampir semua lowongan pekerjaan pasti mengajukan syarat untuk menyertakan salinan nilai IPK pada surat lamaran. Sebaiknya, jangan pernah berbohong soal nilai IPK Anda, karena pasti akan dengan mudah ketahuan.

    Begitu juga dengan latar belakang pendidikan Anda. Mungkin Anda berpikir perusahaan tidak peduli dan tidak akan memverifikasi soal itu. Masalahnya adalah, Anda tidak tahu apakah mereka akan memeriksanya atau tidak, dan itu hal yang sangat mudah dilakukan.

    Paling tidak, mereka mungkin meminta salinan gelar pendidikan Anda dan jika mereka tahu Anda berbohong, mereka akan semakin gencar membongkar kebohongan Anda yang lain.

    4. Jabatan terakhir pekerjaan

    Mirip dengan gaji, jabatan terakhir pekerjaan adalah fakta yang sangat mudah diverifikasi. Sebagai permulaan, mungkin ada bukti online yang bertentangan dengan apa yang Anda katakan. Anda mungkin merasa jabatan tidak mencerminkan pekerjaan yang sebenarnya, tetapi itu bukan berarti Anda harus mengubahnya dengan mengarang cerita.

    Baca4 Alasan Lamaran Pekerjaan Ditolak, Meski Wawancara Maksimal

    Jujurlah. Bicara secara faktual apa yang Anda lakukan selama menjabat posisi itu dan jelaskan secara implisit tanggung jawab yang membuat Anda merasa percaya diri. Pewawancara dapat menarik kesimpulan sendiri.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | SILICONREPUBLIC | BUSTLE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.