Olahraga Baik Atasi Masalah Perubahan Hormon

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan berolahraga. shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan berolahraga. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perubahan hormon mengundang sejumlah konsekuensi yakni suasana hati yang tidak menentu, malas beraktivitas, dan menjadikan makanan sebagai tempat pelarian. Alih-alih membuat kondisi membaik, malas beraktivitas atau melakukan olahraga dan justru banyak makan malah memicu masalah kesehatan yang lebih serius seperti obesitas. Perubahan hormon pun kerap dialami kaum hawa.

    Baca: Remaja Malas Gerak, Ini Tips Ajak Teman untuk Ikut Olahraga

    Vice President Worldwide Sports Performance and Fitness Herbalife Nutrition, Samantha Clayton, mengimbau perempuan tidak menjadikan perubahan hormon sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Berdasarkan pengalaman pribadinya, olahraga memudahkan perempuan melewati fase perubahan hormon. Saat olahraga, otak melepaskan zat endorfin yang mengurangi rasa sakit dan membuat suasana hati menjadi lebih baik.

    "Dengan melakukan olahraga, Anda mengeluarkan lebih banyak keringat. Sirkulasi darah juga meningkat. Ini membuat kulit Anda bersinar, tampak lebih muda dan segar. Olahraga memang tidak secara langsung menghentikan proses penuaan. Namun olahraga secara teratur membangun massa otot dan mengurangi lemak sehingga menghambat proses penuaan alami," kata Samantha kepada tabloidbintang.com di Jakarta belum lama ini.

    Baca: Ajak Remaja Hidup Lebih Sehat, Biasakan dengan Olahraga Lari

    Ia menambahkan, "Olahraga rutin membantu meningkatkan suasana hati saat menjalani proses perubahan hormon, mengurangi pengeluaran air kencing serta meningkatkan energi. Ada 4 hal yang perlu dilakukan saat berolahraga. Pertama, konsistensi. Kedua, saat sedang malas, jalan kaki saja. Mengingat jalan kaki kegiatan kardiovaskular yang bagus untuk semua orang. Ketiga, ajak teman untuk menambah semangat. Terakhir, makan makanan sehat."

    TABLOID BINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.