Lemon Dapat Atasi Maag, Mitos atau Fakta?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jus lemon atau limun segar. shutterstock.com

    Ilustrasi jus lemon atau limun segar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernahkah Anda mendengar tentang khasiat lemon untuk menyembuhkan penyakit maag? Tak sedikit artikel yang tersebar di dunia maya tentang keajaiban lemon tersebut. Namun, benarkah demikian?

    Baca: Infused Water Sandiaga Uno di Debat Cawapres, Apa Khasiatnya?

    Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Pondok Indah, Hendra Nurjadin dalam acara diskusi yang bertajuk gangguan pencernaan pun membantahnya. Ia mengatakan bahwa tak sedikit pasien yang berobat kepadanya menanyakan hal tersebut. Menurut berita yang beredar, kandungan asam yang dimiliki lemon ketika bertemu dengan asam lambung akan berubah menjadi basa sehingga menetralkan dan mengatasi maag.

    Ilustrasi jus lemon. boldsky.com

    Padahal, dokter Hendra mengatakan bahwa asam yang bertemu dengan asam, akan tetap menjadi asam. “Tidak ada rumusan asam plus asam jadi basa. Yang ada adalah tetap asam,” katanya pada 29 Maret 2019 di Jakarta.

    Ia juga menegaskan bahwa lemon memiliki kandungan asam sitrat dengan PH 2. Artinya, lemon sangatlah asam. Lebih dari itu, semakin tinggi kadar asam yang dikonsumsi, maka semakin tinggi pula produksi asam lambung. Bahayanya, hal ini dapat mengikis lapisan lambung yang sudah tipis dan memperparah iritasi. “Bukannya meredakan gejala, hal ini malah dapat memperparah gejala maag,” katanya.

    Ia lantas mengatakan bahwa apabila ada pasien yang merasa lebih baik setelah mengkonsumsi lemon, itu adalah semu. Sebab, dalam hal ini, psikis pasien telah dipengaruhi dengan khasiat yang ia dengar dan baca. “Seperti sugesti kalau sehat setelah minum lemon. Padahal sebenarnya tidak,” katanya.

    Baca: Khasiat Air Lemon, Atasi Sembelit hingga Cegah Batu Ginjal

    Oleh karena itu, ia berharap bahwa pasien tidak sembarangan mencari informasi melalui sumber yang tidak dapat dipercaya. Khususnya dengan perkembangan teknologi dimana segala sesuatu mudah disebarluaskan tanpa mengetahui kebenarannya. “Jujur saya lebih menyarankan mencari informasi dari jurnal karena ada bukti dan data otentiknya,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekam Jejak Sembilan Anggota Pansel KPK

    Presiden Joko Widodo memilih sembilan nama anggota Panitia Seleksi Calon Pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi atau Pansel KPK, Jumat, 17 Mei 2019.