Tak Sekedar Aktif, Ini Indikator Anjing Sehat Menurut Ahli

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (dari kiri ke kanan) Talkshow Makanan Anjing, Pro Balance bersama pelatih anjing, Aang, perwakilan Pro Balance, Aziz Hady dan dokter hewan, Elvinkan Ruth di Jakarta pada 1 Maret 2019. TEMPO.CO/Sarah Ervina Dara Siyahailatua

    (dari kiri ke kanan) Talkshow Makanan Anjing, Pro Balance bersama pelatih anjing, Aang, perwakilan Pro Balance, Aziz Hady dan dokter hewan, Elvinkan Ruth di Jakarta pada 1 Maret 2019. TEMPO.CO/Sarah Ervina Dara Siyahailatua

    TEMPO.CO, Jakarta - Apakah Anda memiliki anjing peliharaan? Dengan melihatnya bergerak aktif, Anda tentu berpikir bahwa ia sangat sehat, bukan? Dokter hewan, Elvinkan Ruth dalam hal ini pun menyetujuinya.

    Baca: Persilangan Anjing dan Serigala Jadi Viral, Kenapa?

    Meski demikian, bukan hanya aktif saja, namun ada berbagai indikator yang mengindikasikan bahwa anjing Anda sehat. Dokter Elvinkan pun membagikan beberapa ciri anjing yang sehat itu dalam acara talkshow makanan hewan, Pro Balance.

    Menurutnya, indikator lain yang harus diperhatikan adalah gigi yang bersih. Sebab, gigi yang kotor serta memiliki perbedaan warna dapat menunjukan penyakit gigi seperti radang dan karang. “Tabiat anjing memang harus aktif. Jadi ketika mereka terus berlari kesana kemari, artinya sehat. Tapi ciri-ciri lain yang juga harus diperhatikan adalah giginya yang bersih,” katanya pada 1 Maret 2019.

    Ilustrasi anjing mengenali emosi manusia. google.com

    Selain itu, rambut yang mengkilap dan subur pun menjadi indikator lainnya. Dokter Elvinkan dalam hal ini menyebut bahwa rambut yang kusam dapat menunjukan bahwa sang anjing sedang berada pada masa stres. “Ini bisa dipicu dari anjing yang terlalu dikekang atau tidak diurus oleh pemiliknya. Kalau sehat dan terawat, pasti rambutnya tidak kusam dan tidak rontok,” katanya.

    Status fisiologis yang normal juga disebut penting untuk mengetahui kesehatan anjing. Ini meliputi suhu badan dan frekuensi nafas. Umumnya, anjing akan memiliki suhu badan diantara 37,4 hingga 39,2 derajat celcius. “Kalau memang ingin menghitung, bernafas biasanya sebanyak 24 hingga 42 kali hembusan per menit. Tapi kalau suhu badannya sudah melebihi atau kurang batas normal, pasti frekuensi nafasnya tidak sesuai dengan rata-rata,” katanya.

    Baca: Awas, Punya Hewan Peliharaan juga Berisiko untuk Lansia

    Berat badan yang ideal juga perlu diperhatikan. Menurut dokter Elvinkan, berat badan yang ideal dapat diketahui dari tulang rusuk sang anjing. Saat memegang anjing, umumnya tulang tidak terlihat secara visual, namun saat diraba masih terasa. “Kalau tulang menonjol dan terlihat, artinya terlalu kurus. Sedangkan sebaliknya, kalau tulang tidak terlihat dan sulit diraba, artinya obesitas atau terlalu gendut,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.