Suka Pamer di Media Sosial? Aming Ingatkan Dampaknya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aming (Instagram @amingisback)

    Aming (Instagram @amingisback)

    TEMPO.CO, Jakarta - Di era digital ini, platform media sosial telah menjadi konsumsi publik. Tak seperti zaman dahulu hanya ada panggilan dan SMS, sosial media kini telah hadir untuk mempercepat dan mempermudah masyarakat dalam berinteraksi.

    BacaCara Mengkritik yang Santun di Media Sosial Versi Tasya Farasya

    Di Indonesia, salah satu platform sosial media yang amat diminati adalah Instagram. Di sini, para pengguna dapat mengunggah foto dan video mengenai aktivitas serta momen berharga yang telah dilewati. Aktor dan komedian, Aming, sayangnya menemukan beberapa aksi penggunaan media sosial yang ia nilai kurang tepat, khususnya di kalangan publik figur atau selebriti.

    Di akun @amingisback, ia mengatakan bahwa tak sedikit publik figur yang mengunggah foto atau video yang justru memamerkan harta dan benda miliknya. Meski bukan hal yang salah, namun ia merasa bahwa unggahan yang terlalu berlebihan dapat menimbulkan efek negatif bagi pengikut publik figur tersebut.

    Menurut dia, setiap orang boleh memamerkan hasil kerja keras sesekali. Untuk memotivasi bahwasanya from zero to hero itu vibrasi positif yang harus ditularkan. Jadi pengikut akan merasa termotivasi untuk menggapai cita-citanya melalui pandangan yang positif. "Tapi kalau seringkali kita memamerkan apa yang kita punya secara terus menerus, bahaya,” tulisnya pada keterangan foto yang diunggah pada 2 Maret 2019 itu.

    Aming mengatakan bahwa efek negatif yang timbul akan berupa ketidaksetaraan atau gap yang jauh antara pengikut bergelimangan harta dan yang tidak memiliki apa-apa. Bagi mereka yang mampu, Aming menyebut jika mereka dengan mudah dapat membelinya.

    Namun, apabila unggahan tersebut dilihat oleh orang yang kurang mampu, mereka pun akan merasa diri kecil dan miskin sehingga akan menghalalkan segala cara untuk mengubah pandangan agar dianggap setara.

    “Jadi penipu, jadi penjahat, jadi khilaf dan yang parahnya jadi kriminal untuk mendapatkan apa yang mereka bener-bener mau. Karena tidak semua dari mereka berpendidikan tinggi. Kasihan kalau mereka jadi pribadi yang iri terus kriminal gara-gara laman Instagram kita,” tulisnya.

    Oleh karena itu, Aming mengimbau agar para publik figur menggunakan media sosial dengan sebaik mungkin. Khususnya agar dapat menginspirasi dan tentunya berguna bagi semua orang.

    Baca4 Zodiak yang Pandai Pamer di Media Sosial

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | INSTAGRAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.