Waspada, Dampak Obesitas pada Pubertas Anak Laki-Laki

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi obesitas. Shutterstock

    Ilustrasi obesitas. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak laki-laki yang mengalami obesitas akan mencapai pubertas lebih cepat, demikian sebuah studi dari University of Santiago.

    Baca: Metode Baru Diet: Suntikkan Butiran Mikroskopis ke Arteri Perut

    Seperti dilansir dari Medical Daily, Kamis, para peneliti yang dipimpin Maria Veronica Mericq, M.D menggunakan data dari Studi Pertumbuhan dan Obesitas Instituto de Nutricion y Tecnología de Los Alimentos.

    Tim peneliti memeriksa 527 anak laki-laki di Chili lalu mengukur Indeks Massa Tubuh (BMI), lingkar pingggang, tinggi badan dan tanda-tanda pubertas mereka. Pengukuran itu untuk menentukan tingkat obesitas dan efeknya pada para partisipan pada masa remaja awal mereka.

    Hasilnya, sembilan persen anak laki-laki yang dinilai obesitas mengalami pubertas pada usia sembilan tahun. Sebanyak 22 persen anak laki-laki gemuk berusia enam hingga tujuh tahun berisiko lebih tinggi mengalami pubertas. Selanjutnya, 28 persen dari mereka yang berusia 11 tahun sudah mengalami permulaan masa remaja. Tapi, angka tersebut turun menjadi 11,8 persen ketika mereka mencapai 17 tahun, menurut laporan Medical Xpress.

    Temuan studi memperlihatkan 45 anak laki-laki mengalami pubertas sebelum waktunya. Genetics Home Reference di Amerika Serikat menyebut kondisi itu menyebabkan seseorang mengalami perkembangan seksual dini.

    Temuan studi juga memperlihatkan prevalensi total obesitas meningkat ketika anak laki-laki bertambah usia. Mericq dan tim juga menunjukkan obesitas di kalangan anak laki-laki bisa meningkatkan risiko terkena kanker testis begitu mereka mencapai usia dewasa.

    Baca: Bentuk Wajah dan Obesitas Bisa Sebabkan Anak Mendengkur

    Mereka menyatakan pengendalian obesitas pada masa anak-anak mencegah kerentanan mereka terhadap kondisi kesehatan yang parah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.