Minuman Bersoda bisa Dibuat dari Dry Ice, Mau Coba?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi minuman bersoda (Pixabay.com)

    Ilustrasi minuman bersoda (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Minuman bersoda digemari oleh hampir seluruh masyarakat di Indonesia. Apalagi dengan cuaca tropis, kesegaran dan sensasi menggelitiknya pun menjadi daya tarik.

    Baca: Minuman Bervitamin, Sahabat atau Musuh Kesehatan?

    Nah, bagi Anda yang ingin menikmati minuman soda, Anda dapat membuatnya sendiri dengan menggunakan dry ice. Pakar molekular gastronomi dan pemilik Ron’s Laboratory, Ronald Prasanto, mengatakan, dry ice mengandung karbon dioksida yang mudah mengikat pada cairan. Sehingga, ketika dicampur, ia pun akan meninggalkan efek soda serta menghilangkan efek negatifnya.

    “CO2 yang dibawa dry ice gampang mengikat pada liquid. Jadi seperti minuman bersoda yang ada pada kemasan, kalau dibuka akan mengeluarkan bunyi ‘pess’ karena sudah diproses menjadi soda dan membuang efek negatifnya,” kata dia di Jakarta, pada Jumat, 5 April 2019.

    Lantas, bagaimana cara menggunakan dry ice untuk mendapatkan kesan soda itu? Ronald mengatakan bahwa sebenarnya, yang harus dilakukan hanya menyiapkan minuman serta dry ice. Minuman yang dipilih pun dapat berjenis apapun. “Kopi mau dibuat bersoda, bisa. Teh mau dibuat bersoda, bisa. Yang penting cairan karena CO2 bisa menjadi soda kalau bertemu dia,” katanya.

    Setelah memilih jenis minuman, tinggal letakkan bongkahan dry ice ke dalam minuman Anda. Nah, Anda harus berhati-hati sebelum meminumnya. Sebab, Anda hanya diperbolehkan untuk minum setelah seluruh dry ice mencair.

    “Tunggu sampai dry ice benar-benar tidak berbentuk padat. Karena berbahaya kalau dry ice langsung masuk ke tubuh,” katanya.

    Baca: Suka Minuman Bersoda, Awas 4 Dampak Negatif Bagi Tubuh

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.