Sebelum Balapan, Rio Haryanto Jalani Diet dan Olahraga ini

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rio Haryanto:

    Rio Haryanto:

    TEMPO.CO, Jakarta - Rio Haryanto makin dikenal publik setelah dinobatkan sebagai pembalap Indonesia pertama yang berkiprah di ajang Formula 1 pada 2016. Namanya pun kian melambung di dunia balap. Kini ia mengikuti ajang balapan seri perdana Blancpain GT World Challenge Asia 2019 pada 5 hingga 7 April 2019.

    Baca: Ini Persiapan Rio Haryanto Menjelang Balap Blancpain GT 2019

    Sebagai seorang pembalap, Rio dituntut untuk memiliki tubuh yang sehat dan ideal. Sebab, seperti yang dilansir dari Business Insider, seorang pembalap harus memiliki berat badan ringan agar dapat masuk ke dalam mobil yang sempit. Lebih dari itu, mereka juga harus sehat karena dalam ruangan sempit dan penuh tekanan itu, pembalap dapat merasa lelah, haus hingga vertigo.

    Saat ditemui TEMPO.CO, Rio membeberkan diet dan olahraga yang harus ia lakukan sebelum balapan. Ia mengatakan bahwa umumnya, diet akan dilakukan selama satu minggu sebelum balapan. Fokusnya untuk menjaga dan menyeimbangkan karbohidrat, protein, dan lemak.

    “Untuk diet nutrisi, yang penting untuk balance aja dari karbo, protein, dan fat,” katanya saat ditemui di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia.

    Rio juga mengatakan bahwa menjaga agar tubuh tidak dehidrasi adalah hal penting lainnya. Sebab menurutnya, saat balapan kemiringannya bisa mencapai 60 derajat dan itu membutuhkan energi. “Satu lagi hydration. Karena di dalam mobil itu cukup menguras tenaga dan banyak keringat. Saya setelah itu yakin kehilangan satu sampai dua kilo,” katanya.

    Tak lupa, olahraga seperti bersepeda, berlari, berenang dan fitnes pun tetap ia jalankan secara rutin. Dan untuk mengatur semuanya ini, Rio juga mengaku tak lagi menggunakan jasa ahli nutrisi.

    “Sekarang sendiri. Berdasarkan pengalaman dan knowledge saya sebelumnya saja,” katanya.

    BacaBlancpain GT Sepang: Rio Haryanto - David Tjipto Belum Maksimal

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | ARIANDONO | BUSINESSINSIDER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.