Selain Mendonasikan Gaji Wamil, Ini Kebaikan Lain Im Siwan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Im Siwan (Koreaboo)

    Im Siwan (Koreaboo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor yang juga member boyband ZE:A, Im Si-wan telah bebas tugas dari wajib militer sejak 4 April 2019. Sebelum akhirnya kembali terjun di dunia hiburan, ia rupanya memberikan donasi yang amat menyentuh hati. Ia memberikan seluruh gaji yang diterimanya selama wajib militer untuk sebuah sekolah dasar Hyochon di Yangju, Provinsi Gyeonggi.

    Baca: Konglomerat India Premji Donasi Rp 106 Triliun untuk Pendidikan

    “Benar bahwa Im Siwan menyumbangkan seluruh gaji militernya ke sekolah dasar," kata seorang sumber yang juga bersama-sama dengan Im Siwan untuk mengabdi pada 8 April 2019.

    Rupanya, sekolah tersebut dipilih Im Siwan berdasarkan kedekatannya dengan anak-anak di sekolah tersebut. Melansir dari Soompi, ketika Im Siwan menjalani wajib militer,  ia menjadi sukarelawan di sekolah tersebut. Selain itu, ia pun membantu mengajar para siswa dengan mata pelajaran matematika.

    “Dia pasti telah tumbuh sangat dekat dengan anak-anak disana. Dia mengatakan pada saya bahwa ingin menggunakan gaji militer untuk suatu hal yang berarti. Akhirnya dia membuat keputusan untuk menyumbangkannya ke sekolah itu. Tapi kami tidak tahu pasti jumlahnya,” kata sumber itu lagi.

    Rupanya, kemurahan hati aktor serial The King on Love itu  tak hanya ia lakukan sekali saja. Ia juga pernah beberapa kali memberikan donasi yang berarti. Contohnya seperti yang dilansir dari Koreaboo dimana Im Siwan menyumbangkan 20 juta won atau setara dengan Rp 248 juta kepada Hope Bridge (Asosiasi Bantuan Bencana Korea) pada 5 April setelah kebakaran terjadi di Provinsi Gangwon. Sumbangan itu pun langsung digunakan untuk membantu menyediakan biaya rekonstruksi bagi mereka yang terkena dampak.

    BacaKonglomerat Michael Bloomberg Donasi Rp 26 Triliun untuk Kampus

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | SOOMPI | KOREABOO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.