Jujur pada Keluarga Cegah Kriminalitas dan Melatih Soft Skill

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sulitnya Melakukan Komunikasi dengan Anak Praremaja (Depositphotos)/Tabloid Bintang

    Sulitnya Melakukan Komunikasi dengan Anak Praremaja (Depositphotos)/Tabloid Bintang

    TEMPO.CO, Jakarta - Menanamkan nilai keterbukaan dan kejujuran dalam keluarga merupakan hal yang penting dan mendasar. Sayangnya, jarang anggota keluarga yang bisa benar-benar jujur kepada yang lain. Seorang psikolog di Universitas Virginia, Bella De Paulo, mengungkapkan bahwa satu dari dua perbincangan di dalam keluarga mengandung kebohongan.

    BacaJujur Pada Kelemahan Anak Bantu Anak Semakin Percaya Diri

    Keterbukaan dan kejujuran dalam keluarga punya banyak manfaat. Melansir dari EHow dan CNBC, berikut adalah 3 manfaat tersebut. 

    1. Meningkatkan kesehatan dan kualitas psikis

    Sebuah konferensi tahunan dari Asosiasi Psikolog Amerika pada 2015 telah melakukan eksperimen tentang kondisi kesehatan fisik dan mental kepada 110 anggota keluarga saat berbohong. Dari hasil penelitian, dapat dibuktikan bahwa partisipan yang mengungkapkan hanya sedikit kebohongan, mendapatkan peningkatan kesehatan dan kualitas psikis yang lebih baik, seperti tidak lagi merasa tegang, serak, sakit tenggorokan, bahkan peningkatan relasi personal.

    2. Mengantisipasi tindakan kriminal

    Sebuah jurnal yang ditulis oleh seorang psikolog Patrix Brando Rimporok  yang berjudul "Intensitas Komunikasi dalam Keluarga untuk Meminimalisir Kenakalan Remaja di Desa Maumbi Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara" mengatakan bahwa tindakan kriminal disebabkan oleh faktor sosial.

    Penyebab sosiologis tersebut biasanya didorong bukan dari diri individu, melainkan pengaruh internal keluarga yang kurang membangun dan menekan. Komunikasi efektif dengan cara terbuka dan jujur kepada anggota keluarga ternyata dapat menurunkan tindak kriminal.

    3. Melatih soft skill

    Keluarga merupakan unit terkecil dalam bermasyarakat. Semua aktivitas seseorang khususnya dalam hal bermasyarakat, tidak akan terlepas dari kebiasaan yang dibentuk di dalam keluarga. Kebiasaan jujur dan terbuka merupakan soft skill dan kunci utama dalam bermasyarakat. Menurut sebuah penelitian grafologi di 2015, 80 persen orang yang berkata jujur akan memiliki kesempatan besar dalam hal bermasyarakat dan pekerjaan.

    Baca3 Kesalahan Umum Orang Tua Saat Liburan Keluarga

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | EHOW.COM | CNBC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.