Nikotin juga Dibutuhkan Tubuh, tapi Bukan Berasal dari Rokok

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi larangan merokok. NIGEL TREBLIN/AFP/Getty Images

    Ilustrasi larangan merokok. NIGEL TREBLIN/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebanyakan orang mengenal nikotin sebagai salah satu zat berbahaya yang terdapat pada rokok. Dalam kadar yang berlebihan, zat ini dapat menimbulkan kecanduan dan meningkatkan risiko penyakit berbahaya.

    Baca: Mengapa Nikotin Bikin Perokok Kecanduan?

    Tapi, ternyata nikotin tak selalu negatif. Ketua Umum Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI) dan Anggota Koalisi Indonesia Bebas Tar dr. Mariatul Fadilah, MARS mengatakan bahwa nikotin juga dibutuhkan tubuh dalam kadar tertentu. “Nikotin juga dibutuhkan tubuh, misalnya untuk kesegaran,” kata dia saat peluncuran Gerakan Bebas TAR dan Asap Rokok (GEBRAK!) di Jakarta, Selasa, 9 April 2019.

    Sebuah penelitian yang diungkapkan American Journal of Psychiatry menyebut, reaksi nikotin dengan oksigen dapat membentuk asam nicotinic. Efek dari turunan senyawa ini bisa bermanfaat bagi tubuh yaitu menenangkan, meningkatkan suasana hati, dan merangsang aktivitas otak, fungsi motorik dan memori.

    Tapi, jika melebihi dari kadar yang dibutuhkan, nikotin justru berbahaya. Selain menimbulkan kecanduan yang sulit disembuhkan, nikotin juga dapat meningkatkan risiko  kanker, pengerasan pembuluh darah dan hati, merusak susunan saraf pusat, dan lainnya.

    Mariatul mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan tubuh, nikotin bisa didapatkan dari sayur-sayuran. “Beberapa jenis sayuran seperti kembang kol dan tomat mengandung nikotin. Udah cukup dari situ, nggak usah merokok,” kata dia. 

    Baca: Rokok Elektrik tetap Mengandung Nikotin, Waspadai Dampaknya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.