Agung Saga Terjerat Narkoba, Ini Efek Sabu pada Fisik dan Mental

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus narkoba artis Agung Saga (kanan) bersama rekannya Harry Nugraha (kiri) saat konfrensi pers Direktoral Narkoba di Polda Metro Jaya, Rabu 10 April 2019. TEMPO/Taufiq Siddiq

    Tersangka kasus narkoba artis Agung Saga (kanan) bersama rekannya Harry Nugraha (kiri) saat konfrensi pers Direktoral Narkoba di Polda Metro Jaya, Rabu 10 April 2019. TEMPO/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemain sinetron dan FTV, Agung Saga, ditangkap terkait kasus  narkoba berjenis sabu pada Selasa dini hari, 9 April 2019. Polisi menyebut, ia telah menggunakan obat-obatan tersebut sejak 2015.

    Baca: Polisi: Artis Agung Saga Konsumsi Sabu untuk Tambah Stamina

    Sabu dikenal juga dengan nama methamphetamine atau meth. Sabu umumnya memiliki ciri berupa bubuk kristal putih, tidak berbau, terasa pahit dan mudah larut dalam air atau alkohol. Narkoba jenis ini kerap digunakan secara ilegal untuk mendapatkan efek yang menyenangkan bagi pemakainya. Padahal, penyalahgunaan sabu berbahaya, bahkan mematikan.

    Menurut hasil Global Drug Survey (GDS) pada 2017, methamphetamine adalah zat atau obat yang paling berbahaya di dunia, demikian dilansir dari Inverse. Pengguna zat ini akan tetap waspada dan terjaga selama berjam-jam tanpa merasa ngantuk ataupun lelah meski beraktivitas terus-menerus.

    Penggunaan sabu dapat menghasilkan perasaan senang, tetapi ada efek samping yang berbahaya, seperti nafsu makan menurun, bernapas lebih cepat, detak jantung cepat atau tidak teratur, tekanan darah tinggi dan suhu tubuh meningkat.

    Efek samping lainnya dari penggunaan sabu termasuk merasa mual, mulut kering, bau mulut, kedutan otot, hilang ingatan, perilaku agresif, masalah gigi yang parah, penurunan berat badan, luka kulit karena rasa gatal yang hebat dan insomnia.

    Tak hanya berdampak bagi fisik, penggunaan sabu juga mempengaruhi psikis penggunanya, seperti paranoia, halusinasi, gangguan suasana hati, delusi seperti sensasi serangga merayap di atas atau di bawah kulit, merasa cemas dan kebingungan. Parahnya, paranoia bahkan dapat memicu pemikiran untuk membunuh atau bunuh diri.

    Baca: Polisi Tangkap Artis Agung Saga dalam Kasus Narkoba

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | TAUFIQ SHIDDIQ | MEDICALNEWSTODAY | INVERSE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Ini Tanda-Tanda Anda Terjangkit Cacar Monyet

    Cacar monyet atau monkey pox merupakan penyakit yang berasal dari sisi Barat Afrika. Penyakit ini menular melalui monyet, tikus Gambia, dan tupai.