Perundungan Audrey, Psikolog Sarankan Pelaku Perlu Rehabilitasi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perundungan. Sumber: www.dailymail.co.uk

    Ilustrasi perundungan. Sumber: www.dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus perundungan yang menimpa Audrey, siswi sekolah menengah pertama di Pontianak, Kalimantan Barat, mendapat perhatian besar dari publik. Korban perlu mendapatkan dukungan moril, sementara para pelaku perlu dinilai perlu mendapatkan efek jera. Seperti apa penanganan yang diperlukan untuk para pelaku?

    Baca: Facebook Bikin Fitur Anti-Perundungan, Bagaimana Cara Kerjanya?

    Psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi menilai para pelaku perundungan Audrey perlu mendapatkan rehabillitasi secara psikologis. Pasalnya, tak tampak penyesalan para pelaku pada korban. Padahal korban mengalami luka di sejumlah organ tubuhnya sehingga mendapatkan perawatan di rumah sakit.

    "Perlu ada konseling rutin dan melibatkan mereka dalam aktivitas sosial yang dapat menumbuhkan empati mereka," ujar dia dalam surat elektroniknya kepada Antara, Rabu, 11 April 2019.

    Usia para pelaku yang tergolong remaja masih riskan melakukan tindakan tanpa pertimbangan matang. Dan bisa saja perilaku ini berulang. "Karenanya, perlu ada bimbingan dari orang-orang di sekitarnya agar mereka dapat tumbuh menjadi orang dewasa yang baik-baik saja," kata dia.

    Sebelumnya, para pelaku yang masih berstatus siswi sekolah menengah atas atau SMA mengeroyok Audrey di sebuah bangunan di jalan Sulawesi, Pontianak, Kalimantan Barat, pada 29 Maret lalu. Mereka diduga menginjak perut Audrey dan membenturkan kepala korban ke bebatuan. Akibat pengeroyokan itu, Audrey mengalami trauma dan dirawat di rumah sakit. Pemicu perundungan diduga akibat masalah asmara dan saling komentar di media sosial.

    Terkait asmara masa remaja, Vera menyarankan orang tua perlu bersikap bijak yakni tidak perlu terlalu mengekang namun juga tidak seharusnya membebaskan anak mereka menjalin suatu hubungan. Mereka harus menetapkan batasan dan ini perlu didiskusikan dan disepakati bersama anak.

    "Perubahan hormonal dalam diri remaja saat masuk masa pubertas, antara lain memunculkan perasaan suka terhadap lawan jenis, ini wajar-wajar saja sepanjang remaja tetap dibimbing agar tidak berlebihan dan melewati batas," kata Vera.

    Baca: Remaja Korban Perundungan di Inggris Bunuh Diri

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.