Earl Thomas Conley Meninggal, Demensia bisa Dihindari dengan Ini

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi demensia/Alzheimer. Wisegeek.com

    Ilustrasi demensia/Alzheimer. Wisegeek.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Musisi country Earl Thomas Conley dikabarkan meninggal dalam usia 77 tahun pada 10 April 2019. Melansir dari laman People.com, adik kandungnya, Fred, mengatakan bahwa ia meninggal akibat demensia yang diderita sejak beberapa tahun lalu.

    Baca: Pendidikan Tinggi Bisa Perlambat Demensia? Simak Kata Studi

    Demensia mengancam seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Penyakit ini menyebabkan kemampuan otak mengalami kemunduran sehingga mengurangi daya ingat, kemampuan berpikir, hingga pemahaman bahasa.

    Meski mengkhawatirkan, Anda tak perlu khawatir karena resiko untuk mengidap demensia dapat diturunkan dengan cara berolahraga. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Miami Miller School of Medicine, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa aktivitas fisik berupa olahraga secara rutin mampu mengurangi risiko demensia hingga 40 persen dan mengurangi penurunan kemampuan berpikir hingga 60 persen.

    Penelitian yang dipimpin Dr. Ana Verdalho ini melibatkan lebih dari 600 pria dan wanita berusia antara 60-70 tahun. Para partisipan itu menjalani pemindaian otak yang dilakukan pada awal dan akhir studi untuk melihat perubahan yang mengindikasikan perubahan fungsi mental mereka.


    Hampir dua per tiga partisipan menjalani kelas latihan fisik dengan berjalan atau mengayuh sepeda selama 30 menit sehari tiga kali sepekan. Selama studi berlangsung, partisipan ditanyakan tentang depresi, kualitas hidup, dan kemampuan mereka untuk melakukan aktivitas harian.

    Setelah tiga tahun, peneliti menemukan sebanyak 90 pasien mengalami demensia, termasuk 54 orang dengan demensia vaskular (demensia akibat penyakit serebrovaskuler, biasanya disebabkan oleh beberapa stroke ringan dari waktu ke waktu) dan 34 orang dengan penyakit Alzheimer. Sebanyak 147 orang juga mengalami masalah mental, tapi bukan demensia.

    "Kami sangat menyarankan aktivitas fisik dengan intensitas moderat sekurangnya 30 menit tiga kali tiap pekan untuk mencegah kerusakan fungsi kognitif," kata Vardelho dalam rilis jurnal sebagaimana dilansir dari laman Health Day.

    Di antara partisipan, manfaat latihan fisik yang rutin tersebut efektif terlepas dari faktor usia, tingkat pendidikan, perubahan di otak, atau riwayat stroke.

    Dr. Ralph Sacco, kepala Departemen Neurologi pada University of Miami, mengatakan penelitian ini menunjukkan beberapa bukti menyakinkan bahwa aktivitas fisik pada orang lanjut usia bermanfaat menurunkan risiko demensia vaskular. Demensia vaskular dihasilkan dari penurunan aliran darah ke otak, khususnya karena stroke, dan bisa menyebabkan beragam gejala seperti kebingungan, depresi, agitasi, masalah memori, atensi, dan pengambilan keputusan.

    "Aktivitas fisik adalah satu dari tujuh faktor kesehatan kunci dalam definisi ideal kesehatan kardiovaskular American Heart Association, dan bisa membantu menurunkan risiko stroke dan meningkatkan kesehatan otak," kata Sacco.

    Baca: Demensia Sering Tidak Terdeteksi, Intip 5 Tanda Ini

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | PEOPLE | HEALTHDAY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.