Unggah Foto Jari Bertinta Saat Pemilu? Maknanya Bukan Hanya Pamer

Ilustrasi jari tanda menggunakan hak pilih saat Pilkada. Dok TEMPO

TEMPO.CO, Jakarta - Pemilihan umum dilaksanakan pada Rabu, 17 April 2019 di seluruh Indonesia . Seolah menjadi suatu kebutuhan wajib bagi pemilih untuk memamerkan jari bertinta dan mengunggahnya di media sosial.

Baca: 4 Wahana Rekreasi Ini Berikan Promo Jari Bertinta Pemilu 2019

Mungkin, sebagian dari Anda melakukannya untuk ajang pamer. Namun, menurut psikolog Lydia Freyani Hawadi, hal tersebut lebih dari sekedar pamer. Melainkan, ini menunjukkan identitas seseorang sebagai individu yang memiliki tanggung jawab. “Posting foto jari menunjukkan responsibility-nya sebagai seorang warga negara yang baik. Artinya, mereka secara langsung bilang ‘saya tidak golput’,” katanya saat dihubungi TEMPO.CO pada 16 April 2019.

Pemilih menunjukkan jari bertinta setelah mencoblos di TPS Kampung Karnaval Pilkada RW 03, Depok Jaya, Depok, 27 Juni 2018. Panitia menyediakan doorprize, kendaraan penjemput pemilih berupa odong-odong, cek kesehatan, dan fasilitas lain untuk menarik minat warga. TEMPO/M Taufan Rengganis

Selain itu, wanita yang lebih akrab dipanggil Reny ini pun mengatakan bahwa mengunggah foto jari bertinta dapat menjadi contoh atau role model bagi teman-teman di sekitarnya. Pasalnya, di era digital ini, orang lebih cenderung menghiraukan sesuatu yang ada di dunia maya. “Kalau kita mengunggah foto di sosial media seperti Instagram yang sedang viral, misalnya. Ini akan menjadikan kita role model agar mereka melakukan hal yang sama,” katanya.

Lebih dari itu, foto yang nantinya mendapat feedback berupa like juga akan memberikan penghargaan untuk diri orang itu sendiri. Mereka merasa komitmen dan keinginan untuk memajukan negara dengan mencoblos diapresiasi oleh teman-teman di sosial media. “Intinya ada reward yang didapat,” katanya.

Baca: Ancol Beri Harga Khusus Pemilu, Cukup Tunjukkan Jari Bertinta

Oleh karena itu, ia pun tidak melarang siapapun untuk mengunggah foto jari bertinta setelah pemilu. “Tidak masalah karena dari pandangan saya, hal tersebut positif,” katanya.






Pakar Telematika Jelaskan Modus Peretasan yang Dialami Narasi

2 hari lalu

Pakar Telematika Jelaskan Modus Peretasan yang Dialami Narasi

Pakar telematika Abimanyu Wachjoewidajat mengatakan modus peretasan yang dialami Narasi kemungkinan bukan berasal dari tautan yang diterima.


Tagar Mahsa Amini Trending Topik di Media Sosial, Termasuk Akun Komedi 9Gag

5 hari lalu

Tagar Mahsa Amini Trending Topik di Media Sosial, Termasuk Akun Komedi 9Gag

Para warganet beramai-ramai memakai tagar Mahsa Amini hingga menjadi trending di Twitter hingga membanjiri kolom komentar di akun Instagram 9gag.


Pentingnya Orang Tua Ajari Anak Bijak Main Media Sosial

5 hari lalu

Pentingnya Orang Tua Ajari Anak Bijak Main Media Sosial

Psikolog mengingatkan para orang tua untuk mengajari anak-anak bijak bermain media sosial demi mencegah dampak negatif.


Mengungkap Konsorsium 303, Diduga Berperan di Jaringan Perdagangan Orang di Kamboja

5 hari lalu

Mengungkap Konsorsium 303, Diduga Berperan di Jaringan Perdagangan Orang di Kamboja

Konsorsium 303 beredar di media sosial sebagai sebuah bagan yang menunjukkan nama dan peran orang-orang yang diduga terlibat dalam suatu jaringan bisnis ilegal.


Anak Tangerang Jadi Korban Eksploitasi Seksual, Pelaku Rekam dan Unggah ke Media Sosial

6 hari lalu

Anak Tangerang Jadi Korban Eksploitasi Seksual, Pelaku Rekam dan Unggah ke Media Sosial

Polres Metro Tangerang Kota menangkap pria berinisial MF (21) yang diduga melakukan eksploitasi seksual anak di Kecamatan Teluknaga.


Psikolog Ingatkan Dampak Media Sosial dan Kesehatan Mental Remaja

7 hari lalu

Psikolog Ingatkan Dampak Media Sosial dan Kesehatan Mental Remaja

Psikolog mengatakan terlalu banyak bermain media sosial dapat mempengaruhi perkembangan otak dan kondisi psikologis remaja.


Politikus Gerindra Anggap Nomor Urut Partai Hanya soal Teknis

7 hari lalu

Politikus Gerindra Anggap Nomor Urut Partai Hanya soal Teknis

Namun politikus Gerindra ini mengakui, semakin kecil angka urutan partai politik maka akan semakin mudah untuk mengenalkan kepada masyarakat.


Polresta Bogor Awasi Akun Medsos 60 kelompok Remaja Suka Tawuran, 6 Akun Sudah Diblokir

9 hari lalu

Polresta Bogor Awasi Akun Medsos 60 kelompok Remaja Suka Tawuran, 6 Akun Sudah Diblokir

Polresta Bogor terus memantau akun media sosial kelompok-kelompok remaja yang suka tawuran. Bikin janji tawuran di media sosial.


Dua Kelompok Remaja di Bogor Tawuran, Janjian di Medsos Tentukan Waktu dan Lokasi Tawur

9 hari lalu

Dua Kelompok Remaja di Bogor Tawuran, Janjian di Medsos Tentukan Waktu dan Lokasi Tawur

Polresta Bogor telah menangkap 18 remaja dari dua kelompok yang terlibat tawuran. Enam orang jadi tersangka. Banyak yang masih berusia 13-14 tahun.


Mahasiswa Undip Terbitkan Buku Saku Mengenai Kekerasan Gender Online

12 hari lalu

Mahasiswa Undip Terbitkan Buku Saku Mengenai Kekerasan Gender Online

Buku saku karya mahasiswa Undip ini mencakup penjelasaan mengenai kekerasan berbasis gender online, bentuk dan langkah jika alami kekerasan