Stop Olahraga, 4 Tanda ini Isyaratkan Tubuh Harus Istirahat

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi olahraga berlebihan. shutterstock.com

    Ilustrasi olahraga berlebihan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Olahraga teratur memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Mulai dari meningkatkan mood hingga menurunkan risiko tekanan darah tinggi, diabetes, kanker, dan kondisi lainnya.

    BacaBulu Tangkis, Olahraga Bambang Brodjonegoro setiap Akhir Pekan

    Namun, ketika datang ke tempat fitness, terkadang tubuh berada pada kondisi yang tidak fit. Karena itulah, tubuh juga membutuhkan istirahat. "Bahkan olahraga berlebih malah membuat tubuh tidak sehat," kata Jeannine L. Stuart, Ph D, Presiden Pelayanan Kesehatan AREUFIT di Malvern, Amerika Serikat.

    Nah, berikut adalah empat tanda kapan seseorang sebaiknya beristirahat dari kegiatan olahraga, seperti yang dikutip dari Huffington Post.

    1. Siklus tidur terganggu

    Tidak bisa tidur atau tidak cukup tidur bisa menjadi gejala overtraining. "Orang-orang berpikir, jika berlatih dengan berlebihan, dapat membuat tidur lebih baik, padahal yang terjadi bisa sebaliknya," kata Stuart.

    Ketika pola tidur mulai terganggu secara konsisten, ada baiknya segera menghentikan beberapa hari kegiatan olahraga rutin. Selain untuk mengistirahatkan pikiran dan tubuh, tidur juga membantu otot tumbuh dan pulih setelah berkali-kali dirusak ketika berolahraga.

    2. Jika tubuh dirasa kurang enak

    Salah satu dari sekian banyak manfaat mengikuti program kebugaran adalah meningkatkan kekebalan tubuh. Namun, dalam beberapa kondisi, bisa saja tubuh masuk angin atau terkena flu. Keadaan ini tentu membuat bingung, apakah harus tetap berolahraga atau tidak.

    Menurut Sheldon Zinberg, MD, pendiri klub kesehatan di Nifty Fifty, Grove City, California, jika perasaan tidak enak timbul di sekitar atau di bawah leher, seperti pilek, nyeri dada dan tubuh, sebaiknya hentikan latihan untuk sementara.

    3. Badan terlalu cepat panas dan berkeringat

    Biasanya, setelah latihan, tubuh akan terasa enak. Menurut Joseph Ciccone, Associate Director of Columbia Orthopaedics Sports Therapy di New York, keadaan ini terjadi berkat pelepasan hormon senang dari dalam tubuh seusai berolahraga. Namun, jika setelah berolahraga tubuh merasa kelelahan, bisa jadi tubuh mengalami overtraining. Pada keadaan ini, sebaiknya kurangi beberapa latihan dan berikan waktu bagi tubuh untuk bangkit kembali. "Kadang-kadang dibutuhkan istirahat untuk kembali menyalakan api," kata Ciccone.

    4. Tubuh mengalami peradangan atau cedera otot

    Jika otot hanya terasa sedikit sakit setelah berolahraga, keadaan ini dapat dianggap wajar, dan olahraga rutin dapat menyembuhkan nyeri otot tersebut. Namun, bila nyeri otot sangat parah, sebaiknya olahraga dihentikan lebih dulu. Menurut Larry Birnbaum, Ph D, Ketua Fisiologi College of St Scholastica di Duluth Minnesota, ketika tubuh mengubah kinerja mekaniknya demi mengkompensasi rasa sakit yang berlebihan, maka risiko cedera yang lebih besar dapat terjadi.

    BacaSulit Melakukan Olahraga Setiap Hari? Lakukan Rutinitas Baru Ini

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | HUFFINGTON POST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.