Selain Infeksi, Ini Penyakit yang Sering Diderita WNA di Bali

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi sakit (pixabay.com)

    ilustrasi sakit (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Bali menjadi salah satu daerah wisata yang diminati banyak wisatawan internasional. Di tengah lawatan mereka, kadang-kadang mereka mengalami gangguan kesehatan sehingga harus menjalani pengobatan. Beberapa gangguan kesehatan yang sering dialami warga negara asing antara lain penyakit tropis, geriatri, hingga kecelakaan saat surving.

    BacaAntrean Pasien Panjang, RSUD Bali Mandara Bangun Pusat Kanker

    “Penyakitnya tropical disease.  Tapi tidak dimungkiri kecelakaan juga, ada orang asing surving kecelakaan dan dibawa ke sini,” kata Direktur Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Bali Mandara dr. Gede Bagus Darmayasa, M. Repro saat menerima kunjungan tematik Kementerian Kesehatan pada Selasa, 23 April 2019.

    Meski baru diresmikan setahun lalu, RSUD Bali Mandara diklaim sebagai salah satu pilihan favorit para bule untuk berobat. “Tamu asing sehari sekitar 20-50 orang. Tahun lalu ada 2.335 warga negara asing yang berobat,” kata dia. Ia menambahkan, total pasien yag berobat ke rumah sakit sepanjang 2018 lebih dari 40 ribu orang.

    Ia mengatakan, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Bali ini memiliki keunggulan terletak di lokasi utama. Dari bandar udara menuju beberapa area wisata, seperti Sanur datau Nusa Dua, akan melewati rumah sakit ini. Belum lagi kawasan sekitarnya yang bayak dihuni ekspatriat. “Jadi kalau ada tamu negara ke Kuta, Sanur, atau Nusa Dua, pasti melibatkan kami. Kalau ada tamu yang sakit mendadak, selain RS Sanglah, kamilah yang dipakai,” ujar dia.

    Kadang-kadang mereka juga menemukan kasus unik seperti kekerasan dalam rumah tangga atau orang mabuk. “Bule KDRT juga ada, suami istri berkelahi lalu kami buatkan visum. Kami sampai jadi saksi,” kata dia.

    Wakil Direktur Pelayanan RSUD Bali Mandara dr. Sri Karyawati, DESS kasus kesehatan terbanyak yang dialami wisatawan adalah kasus traveling. “Secara statistik yang terbanyak adalah infeksi, meningitis, getiatri seperti diabetes mellitus dan stroke yang dibawa dari rumah,” kata dia. 

    BacaJangan Sepelekan, Stres Bisa Memicu Kematian karena Penyakit Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.