Demi Perkembangan Si Kecil, Orang Tua Jangan Lupakan Hal Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi membacakan buku untu bayi. Bisnis.com

    Ilustrasi membacakan buku untu bayi. Bisnis.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tahukah Anda, para pakar di bidang kesehatan anak menyebut buah hati kita saat ini hidup di dunia yang terus bergerak (volatile), tidak pasti (uncertain), kompleks (complex) serta ambigu (ambiguous). Di masa depan, persaingan untuk mendapat pekerjaan makin sengit. Cerdas saja tidak cukup. Dokter spesialis anak, Caessar Pronocitro menjelaskan setidaknya ada 3 faktor penting yang berperan dalam tumbuh kembang si kecil yang penting diketahui para orang tua.

    Baca: Trik Mengatasi Tantrum pada Anak, Jangan Keburu Emosi

    Hal tersebut terungkap dalam gelar wicara "Raise Them Ready Roadshow" bersama Nutrilon Royal di Jakarta, Minggu 28 April 2019. "Ketiga faktor itu yakni genetik, nutrisi, dan lingkungan termasuk di dalamnya stimulasi. Stimulasi melibatkan multi-sensory dan seringkali berisiko terpapar kuman. Agar anak siap mengeksplorasi dan menerima stimulasi dari luar, ia harus punya daya tahan tubuh yang kuat serta kemampuan berpikir yang baik," kata Caessar kepada tabloidbintang.com.

    Sistem daya tahan tubuh semestinya dibangun sejak dini dengan memperhatikan makanan maupun minuman si kecil. Sementara stimulasi yang orang tua berikan bermanfaat untuk mendukung perkembangan anak. Jika dilakukan dengan konsisten, akan mendukung kematangan fungsi tubuh antara lain motorik halus, motorik kasar, bahasa, sosial, kemandirian, fisik, kreativitas, hingga kognitif. Satu faktor penting lainnya adalah karakter.

    Baca: Trik Mendidik Anak yang Supersensitif

    Psikolog anak dan keluarga, Ajeng Raviando, menjelaskan penanaman karakter sejak dini membuat anak siap menghadapi situasi tertentu seperti kegagalan, stres, tantangan, dan beradaptasi dengan lingkungan baru. "Ada beberapa karakter yang sebaiknya diasah sejak dini, yaitu berani, percaya diri dan mau mengambil risiko, mandiri, gigih, adaptif, dan banyak akal alias pandai mencari solusi," kata Ajeng.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.