Perhatikan Tiga Kesalahan Umum Saat Menulis Lamaran Kerja ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi surat lamaran kerja/resume. Shutterstock

    Ilustrasi surat lamaran kerja/resume. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat melamar kerja, surat lamaran menjadi salah satu hal terpenting. Banyak orang mencoba menggambarkan dirinya sebaik mungkin dalam lembar lamaran mereka. Namun tahukah Anda, ternyata kebanyakan orang tak sadar bahwa apa yang dilakukannya justru membuat para penerima kerja berpendapat sebaliknya.

    Baca: Tak Semangat Kerja di Hari Senin? Coba Terapkan 5 Cara Mudah Ini

    Jessica Holbrook Hernandez, seorang mantan manajer perekrutan, mengatakan dalam sepekan dia menerima ribuan lamaran. Lantaran seringnya orang melakukan kesalahan dalam menulis, dia hanya butuh lima detik untuk memutuskan bahwa penawaran seseorang tak layak. Berikut adalah kesalahan yang sering dibuat para pencari kerja seperti yang dilansir dari Work it Daily.

    1. Format lamaran tak teratur dan tak menarik
    Anda harus memiliki format lamaran yang berkelanjutan agar penerima kerja menganggapnya serius. Artinya, dalam lamaran Anda harus menarik penerima kerja bahwa Anda siap melanjutkan ke tahap seleksi selanjutnya. "Kebanyakan lamaran mereka juga tak teratur, dan sulit dipahami," kata Jessica.

    Jika format lamaran Anda tak jelas, manajer juga akan kesulitan untuk memperoleh informasi tentang Anda. Artinya kesempatan Anda mendapatkan pekerjaan terancam gagal. Sebagai gambaran, Anda bisa memposisikan diri sebagai pembaca iklan. Tentu jika informasi dari iklan tersebut sulit dibaca, Anda tak akan membuang waktu untuk mencermatinya lebih lama.

    2. Teks lamaran terlalu bertele-tele
    Jessica mengatakan, sebaiknya para pelamar menawarkan surat lamaran dengan padat, namun tetap eye-catching. Para pelamar harus menyertakan kata kunci yang paling penting berkaitan dengan pekerjaan. Letakkan bagian paling penting dan menarik dalam sepertiga awal lamaran. Tentu hal ini juga untuk memudahkan manajer menggali informasi tentang Anda.

    3. Tak memperhatikan kerapatan teks
    Menurut Jessica, ada sebuah rahasia dalam menulis resume. "Buatlah lamaran dengan maksimal 3 sampai 5 kalimat dalam setiap paragraf, terutama mengenai ringkasan riwayat pekerjaan Anda," kata dia. Jika terlihat terlalu teks padat, Anda akan kehilangan perhatian pembaca sebelum mereka selesai membacanya. Apalagi kebanyakan manajer perekrutan, kata dia, hanya melakukan pemindaian cepat.

    Baca: Bagi Gigi Hadid Menghadapi Ketenaran Bukan Hal yang Mudah

    Walaupun ada banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan saat menulis resume, menurut Jessica, tiga hal tersebut sangat penting untuk memberikan kesan awal yang baik atas diri Anda. Informasi tentang Anda yang dibutuhkan oleh manajer akan lebih mudah didapat jika lamaran lebih eye-catching dan menggunakan format yang menarik. "Jika mereka tertarik, tentu kesempatan Anda untuk wawancara akan semakin besar."

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | WORKITDAILY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.