Tips Mengatur Pola Kerja agar tidak Mengganggu Ibadah Puasa

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bekerja (pixabay.com).jpg

    Ilustrasi bekerja (pixabay.com).jpg

    TEMPO.CO, Jakarta - Bukan hanya pola makan dan tidur, pola bekerja selama puasa Ramadan pun berubah. Sejumlah instansi mengubah jam kerja. Ada yang masuk lebih pagi, tapi ada yang justru lebih siang. Beberapa di antaranya bahkan memperpendek durasi kerja. 

    BacaBercinta di Bulan Ramadan, Pilih Waktu yang Tepat

    Perubahan ini tujuannya mempermudah orang yang melaksanakan puasa untuk beribadah. Mau tidak mau harus diikuti. Bagaimana menyesuaikannya? Berikut siasat yang bisa Anda terapkan. 

    Siasati Pola Lembur

    Bekerja lembur berarti Anda harus berbuka puasa di kantor, bahkan melewatkan tarawih. Padahal betapa nikmatnya saat-saat berbuka puasa di rumah bersama keluarga, melaksanakan salat tarawih. Anda pun punya lebih banyak waktu tidur agar tak kesiangan saat bangun sahur.

    Lembur bisa disiasati dengan bisa buka puasa dan tarawih bersama keluarga. Caranya, bawa pulang pekerjaan lemburan Anda, lalu kerjakan sebelum atau setelah makan sahur. Jika Anda sudah istirahat dan tidur cukup malam harinya, bekerja di pagi hari akan lebih segar. Selain itu, tak perlu takut terlambat berangkat kerja

    Siasati Waktu dan Tempat Bertemu Klien

    Apakah Anda termasuk yang sering mengadakan pertemuan dengan klien di luar kantor? Rapat kecil sambil mengopi atau makan siang biasanya jadi pilihan. Memasuki Ramadan, kebiasaan ini tentulah harus disesuaikan. Tapi bukan berarti pekerjaan mandek.

    Saat bulan puasa, alih-alih bertemu klien dengan mengopi di siang hari, ubah waktunya saat berbuka puasa saja. Terlalu sering berbuka puasa di luar dengan alasan bertemu klien juga akan mengurangi waktu Anda berbuka puasa dengan keluarga. Mengundang klien rapat di kantor atau Anda yang datang ke kantornya, tidak masalah, kan?

    Siasati Istirahat Siang Anda

    Selama Ramadhan, waktu tidur tentu berkurang. Tapi bukan alasan untuk bermalas-malasan selama kerja, lho. Untuk membayar tidur yang terpotong akibat sahur dan lembur, manfaatkan saja jam istirahat siang Anda. Alih-alih bergosip dan mengurangi keafdalan puasa, manfaatkan waktu makan siang untuk beristirahat. Apalagi godaan kantuk biasanya menyerang saat siang hari. Dan ingat, tidurnya orang berpuasa dihitung ibadah, lho.

    Siasati Pengeluaran untuk Makan

    Pos pengeluaran selama Ramadan otomatis ikut berubah. Jika biasanya pos terbesar terletak pada makan siang, jajan, plus mengopi, itu tak berlaku selama puasa. Hasrat mengeluarkan uang demi memenuhi "lapar mata" beralih ke waktu berbuka puasa. Tapi jika Anda tak mau keuangan morat-marit di bulan puasa, apalagi mengingat kebutuhan menjelang Lebaran melonjak, cobalah selektif memilih acara buka puasa bersama di luar.

    Baca: Ngantuk saat Bekerja Sambil Berpuasa? Siasati dengan Cara Ini

    Sesekali buka puasa bareng teman-teman di luar, boleh. Tapi tentukan prioritas. Jika Anda lebih sering berbuka puasa di rumah, seharusnya bisa berhemat, lo. Lumayan, bisa untuk biaya Lebaran!

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.