Hindari Dehidrasi Saat Puasa dengan Rumus 2-4-2

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita minuma air mineral atau air putih. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita minuma air mineral atau air putih. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Asupan cairan penting agar tubuh tetap sehat saat melakukan ibadah puasa selama bulan Ramadan, maka ingatlah rumus 2-4-2 saat sahur dan berbuka puasa agar tubuh tidak dehidrasi.

    Baca: Ramadan 2019, Anda Bisa Puasa Selama 20 Jam di Rusia

    Ahli kesehatan dan nutrisi Maria Charlotte menjelaskan setiap orang idealnya minum delapan gelas dalam satu hari.

    Saat puasa, pembagian porsinya adalah dua gelas air saat sahur, empat gelas air saat buka puasa, serta dua gelas dalam kurun makan malam hingga menjelang tidur. "Itu minimal, lebih dari itu juga tidak apa-apa selama tidak ada gangguan pada ginjal," kata Maria di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Jika minum air dalam jumlah banyak selama sahur atau berbuka puasa, sisa kelebihan cairan itu nantinya akan dikeluarkan melalui urine.

    Disarankan juga untuk menghindari minuman-minuman seperti teh dan kopi saat sahur karena bersifat diuretik. Meskipun sama-sama berupa cairan, minuman ini justru membuat Anda cepat haus.

    Baca: Siasat agar Olahraga Tetap Lancar saat Puasa Ramadan

    Pakar gizi klinis dari aplikasi Halodoc, Jovita Amelia, mengatakan, teh dan kopi membuat cepat haus karena kedua minuman itu bersifat diuretik. “Diuretik itu menarik air. Jadi, ketika meminumnya kita akan lebih sering kencing. Ini membuat risiko dehidrasi lebih tinggi,” kata Jovita di Jakarta, Selasa, 30 April 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.