Minggu, 15 September 2019

5 Alasan Tidak Pakai Sedotan untuk Minum, Bikin Perut Kembung

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sedotan. shutterstock.com

    Ilustrasi sedotan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang yang memilih minum menggunakan sedotan karena praktis. Selain itu, banyak yang percaya bahwa sedotan baik untuk gigi dan mulut karena dapat melindungi enamel gigi, mencegah pewarnaan, dan mengurangi paparan kuman dan bakteri dari gelas minuman.

    Baca: Ini Alasan Ada Gerakan Bersama untuk Tinggalkan Sedotan Plastik

    Beberapa penelitian memang membuktikan bahwa minum melalui sedotan dapat mengurangi risiko gigi berlubang dan membusuk. Namun, ternyata penggunaan sedotan masih kontroversi. Para ahli mengatakan bahwa sedotan lebih banyak merugikan daripada menguntungkan penggunanya. Apalagi, sedotan plastik juga kini menjadi masalah lingkungan yang serius.

    Berikut ini sejumlah alasan untuk tidak menggunakan sedotan untuk minum.

    1. Memunculkan kerutan

    Meminum menggunakan sedotan berisiko memunculkan kerutan di sekitar mulut. Sebab, ketika menggunakan sedotan, Anda akan melakukan gerakan berulang menggunakan otot orbicularis oris yang ada di sekitar mulut.

    "Ketika Anda minum dari sedotan, Anda mengerutkan bibir dengan gerakan berulang seperti perokok dan seiring waktu ini meningkatkan pembentukan kerutan di sekitar mulut," kata dokter gigi kosmetik yang berbasis di New York, Dr Lana Rozenberg kepada Daily Mail Online. 

    Sebuah penelitian tahun 2015 yang diterbitkan dalam Cell Research mengungkap perokok cenderung memiliki kerutan di sekitar mulut karena mengerucutkan bibir secara konstan untuk mengisap rokok.

    2. Bisa menimbulkan noda pada gigi

    Seorang dokter gigi di California pernah mengatakan bahwa minum melalui sedotan dapat mengurangi noda pada gigi. Tapi ternyata itu mendapat bantahan dari dokter Burhenne, pendiri Ask The Dentist, sebuah situs untuk membantu orang memahami kesehatan gigi. Menurut dia, saat menggunakan sedotan untuk minum, minuman tersebut juga akan menyentuh gigi. "Aku jamin kamu akan merasakan minuman di gigimu," kata dia.

    3. Tetap bisa merusak gigi

    Salah satu alasan orang minum dari sedotan adalah mengurangi risiko gigi berlubang. Ternyata itu tidak terbukti. Dr Paul Sussman dari Pusat Kedokteran Gigi Kosmetik menambahkan bahwa minum melalui sedotan tidak mengurangi risiko gigi berlubang. "Cairan (gula atau asam) masih membuat kontak dengan gigi, sehingga plak masih dapat membentuk dan menyebabkan gigi berlubang jika Anda tidak mempraktikkan kebersihan mulut yang baik," kata dia.  

    Sebelumnya, sebuah penelitian yang diterbitkan General Dentistry edisi 2005 menunjukkan minum melalui sedotan justru dapat meningkatkan risiko gigi berlubang jika orang sering mengarahkan cairan ke area tertentu di mulut mereka. 

    Hasil penelitian itu didukung pakar kesehatan Dr Rozenberg. “Ketika Anda minum minuman bergula dan asam melalui sedotan, pastikan untuk menempatkan sedotan di belakang gigi agar kontak cairan ke gigi diminimalkan, jika tidak, Anda memandikan gigi dengan gula dan asam yang dapat menyebabkan pembusukan dan erosi,” kata dia. 

    4. Berisiko perut kembung

    Percaya atau tidak, minum melalui sedotan ternyata meningkatkan risiko perut kembung, sendawa, dan sakit perut. Ini karena setiap menyedot, ada udara yang ikut tertarik. "Ketika minum dari sedotan, Anda juga menyedot udara dengan cairan yang juga menyebabkan kembung dan gas," Dr Rozenberg menjelaskan. 

    Hal serupa dikatakan Dr Jennifer Inra, seorang ahli pencernaan di Brigham and Women's Hospital di Boston, kepada Prevention. Itu sebabnya ia menyarankan untuk menghindari sedotan demi kesehatan.

    "Penggunaan sedotan membuat Anda menelan udara ekstra. Bukan saja menyedot minuman, tetapi Anda juga menyedot udara yang terperangkap di bagian atas sedotan." 

    Baca: Inggris Bakal Larang Penggunaan Sedotan Plastik Tahun Depan

    5. Terpapar bahan kimia plastik

    Sebagian besar sedotan terbuat dari plastik. Ini terang tidak ramah lingkungan karena menambah jumlah sampah yang sulit terurai. Tapi selain itu, plastik yang sebagian besar terbuat dari polypropylene bisa membuat Anda terpapar bahan kimia. Polypropylebe sebenarnya dianggap aman oleh FDA dalam jumlah tertentu, tapi ini terbukti mengendapkan bahan kimia dalam cairan yang Anda minum. Bahan kimia ini merugikan kesehatan Anda dan dapat memengaruhi hormon Anda, terutama estrogen.

    DAILY MAIL | TIMES OF INDIA | PREVENTION


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.