4 Hal Sepele Ini Bikin Anda Terancam Diberhentikan dari Pekerjaan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi berhenti kerja/PHK. Shutterstock

    ilustrasi berhenti kerja/PHK. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang penulis, jurnalis, dan penyiar radio populer Amerika Serikat, Danny Baker, baru saja diberhentikan dari pekerjaan yang telah lama ia tekuni. Ia dipecat dari BBC setelah mencuitkan sebuah gambar dan tulisan yang dianggap rasis.

    Baca: Pembalsem Mayat dan 3 Pekerjaan ini Bergaji Besar, Berminat?

    Dilansir dari New York Times, Baker mengucapkan selamat untuk kelahiran anak pertama Pangeran Harry dan Meghan Markle. Namun ia memasang gambar sepasang simpanse yang berpegang tangan. “Bayi kerajaan telah meninggalkan rumah sakit,” cuitnya di akun Twitternya @prodenose pada Kamis pagi, 9 Mei 2019.

    Komentar negatif pun bermunculan atas cuitannya itu. Tak lama, ia pun segera menghapusnya. Sayangnya, gambar dan tulisannya telah ditangkap layar dan disebarkan secara luas. Perusahaan tempatnya bekerja yang mengetahui hal tersebut pun langsung memecat Baker.

    “Cuitan Baker adalah kesalahan justifikasi yang serius dan bertentangan dengan nilai-nilai yang ingin kami wujudkan sebagai stasiun radio. Ia adalah penyiar yang brilian tetapi tidak akan lagi menghadirkan pertunjukan mingguan bersama kami," tulis BBC dalam pernyataan yang diterima oleh wartawan.

    Bermain media sosial dengan tidak hati-hati pun dapat membuat seseorang dikeluarkan dari pekerjaannya. Cuitan di media sosial Baker dinilai kesalahan fatal yang dapat mempengaruhi citra perusahaan. 

    Selain itu, ada beberapa alasan sepele yang dapat menyebabkan seseorang mengalami pemutusan hubungan kerja alias PHK dari perusahaannya. Dilansir dari INC, berikut adalah empat hal umum di antaranya.

    1. Melawan atasan

    Karena memiliki pengalaman yang banyak, terkadang Anda memilih untuk melakukan pekerjaan yang sesuai dengan pemikiran Anda. Padahal, Anda telah terlebih dahulu diberi mandat untuk menjalankan pekerjaan dari atasan Anda. Nah, ini adalah hal yang harus selalu Anda hindari. Sebab, tidak mengikuti petunjuk atasan dapat membuat Anda dipecat dari pekerjaan. Anda tidak menghargai apa yang telah dikerjakan lebih dahulu oleh atasan Anda dan bisa jadi mengacaukan rencana kerja dia. Jadi, jika Anda ingin mengubah atau memberi masukan, sebaiknya dilakukan dengan cara yang konstruktif.

    2. Sering terlambat

    Sebagian perusahaan memberlakukan jam kerja ketat. Meski terdengar sederhana, datang tepat waktu adalah bagian penting dari pekerjaan. Hadir sesuai dengan waktu yang ditentukan, atau bahkan sedikit lebih awal dapat membangun rasa percaya dari atasan kepada Anda. Sebab, ini dapat diartikan bahwa Anda telah siap dan bersemangat untuk bekerja.

    Begitu pula dengan sebaliknya, jika Anda sering terlambat, artinya Anda tidak tertarik untuk melakukan yang terbaik. Tentunya, ini akan merugikan perusahaan.

    3. Tidak dapat bekerja sama dengan rekan kerja

    Setiap pekerjaan apapun pastinya membutuhkan kerja sama. Entah dengan atasan, maupun dengan rekan kerja. Apabila Anda selalu melakukan segala sesuatu sendiri, misalnya hanya masukan Anda saja yang benar dan teman-teman yang lain salah, Anda sangat mungkin dikeluarkan. Sebab, untuk membentuk suatu keberhasilan, dibutuhkan aspirasi dari seluruh rekan kerja, dan bukan Anda saja.

    Baca: 3 Pekerjaan yang Menjanjikan Untuk Kaum Milenial di Era Digital

    4. Tidak sopan

    Ini berbicara tentang sikap Anda dan cara Anda berpakaian. Bagi sebagian perusahaan, kemeja dan celana bahan atau rok adalah suatu keharusan. Apabila Anda memilih untuk menggunakan kaus atau celana jeans, tentu itu melanggar peraturan. Terlebih lagi jika sikap Anda tidak baik. Misalnya saja dengan mengangkat kaki di atas meja atau sering pulang lebih dulu di saat jam kerja. 

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | NEWYORKTIMES | INC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.