Air Beroksigen Lebih Segar Dibanding Air Mineral? Ini Kata Ahli

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menuang air putih ke gelas. shutterstock.com

    Ilustrasi menuang air putih ke gelas. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta -  Air mineral adalah salah satu minuman yang sangat penting dikonsumsi demi kesehatan tubuh. Namun saat ini ada berbagai macam jenis air putih. Mulai dari air mineral, air beroksigen atau air alkali. Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG) Diana Sunardi mengatakan semua jenis air putih itu dampaknya tidak lebih baik dari air mineral. "Dari telaah ilmiah, air demineral, air beroksigen dan air alkali sama saja manfaatnya dengan air mineral, yaitu sama-sama untuk hidrasi saja. Tidak ada manfaat kesehatan lain," katanya pada acara 'Pahami Jenis dan Manfaat Air Minum Kemasan Untuk Pemenuhan Hidrasi Sehat' di Jakarta pada 14 Mei 2019.

    Baca: Dahulu Mars Tergenang Air, Ke Mana Hilangnya?

    Menurut Diana, air beroksigen tidak terbukti memperbaiki status hidrasi lebih cepat dari air biasa. "Tingkat kepercayaan tentang manfaatnya tidak terbukti meningkatkan kesehatan fisik,” katanya.

    Sebelumnya, ada beberapa rumor yang mengatakan bahwa air alkali atau air beroksigen bisa detoksifikasi, menyembuhkan kanker dan sebagainya. Selama ini, menurut kami bukti yang disampaikan masyarakat tentang kelebihan yang dimiliki air beroksigen atau air beralkali itu hanya berdasarkan pengalaman saja. Sering sekali promosi mengatakan minum air beroksigen lebih segar dibanding air mineral. Diana mengatakan kesegaran yang dihasilkan menurut data ilmiah sama saja. "Bukti yang disampaikan selama ini lebih ke testimoni, bukan bukti ilmiah," katanya. Seharusnya masyarakat percaya bukan berdasarkan pengalaman, tapi bukti ilmiah," kata Diana.

    Hal serupa juga terjadi pada penelitian terhadap air alkali yang menunjukkan belum terbukti secara kuat memiliki manfaat terhadap kesehatan. “Air alkali hanya mencegah orang agar tidak dehidrasi. Sama seperti air mineral," kata Diana.

    Survei juga menunjukkan masyarakat Indonesia cukup mengenal produk-produk air beroksigen dan air alkali yang dianggap memiliki berbagai manfaat terhadap kesehatan dan bahkan dapat menyembuhkan penyakit.

    Air demineral pun bermanfaat untuk mencegah dehidrasi. Namun dari segi kesehatan air demineral justru yang cenderung bisa membuat sakit seseorang bila dikonsumsi dalam jangka panjang. Air demineral atau air yang tanpa memiliki mineral apapun dengan melalui proses terlebih dahulu lebih sedikit dikenal di masyarakat.

    Baca: Awas Bakteri E Coli pada Air di Kawasan Bencana, Cek Sebabnya

    Air demineral terlebih dulu melalui proses deionisasi atau destilasi sehingga tidak mengandung zat apapun di dalamnya. "Yang dikhawatirkan, bila mengonsumsi air demineral dalam jangka waktu yang lama tidak baik untuk kesehatan karena tubuh menjadi kekurangan vitamin B12," kata Diana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.