Komedian Tim Conway Meninggal, Hindari Hidrosefalus dengan Ini

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Conway (Instagram @conwayshow)

    Tim Conway (Instagram @conwayshow)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar duka kembali terdengar dari Hollywood. Komedian legendaris asal Amerika Serikat, Tim Conway, dikabarkan tutup usia pada Rabu, 15 Mei 2019 di usia 85 tahun. Menurut sahabat dekatnya, Howard Bragman, pria yang dikenal sebagai suara dibalik Barnacle Boy di serial Spongebob ini meninggal setelah berjuang dari hidrosefalus yang telah diderita selama beberapa waktu.

    BacaUGM Mulai Pasarkan Alat untuk Penderita Hidrosefalus

    “Saya sangat hancur. Conway meninggal di fasilitas perawatan jangka panjang setelah menderita komplikasi hidrosefalus. Dia juga menderita demensia,” katanya seperti yang dilansir dari Los Angeles Times pada 15 Mei 2019.

    Hidrosefalus merupakan penumpukan cairan serebrospinal yang berada pada rongga otak. Meski cairan tersebut baik untuk membersihkan limbah yang berasal dari metabolisme otak, melindungi otak dari cedera, menjaga agar otak tetap mengapung pada posisinya, namun menjadi bencana jika mengalami penyumbatan. Struktur kepala seseorang pun akan ditekan dan menjadi bengkak.

    Melansir dari Health Line, apabila hidrosefalus tidak segera ditangani, tekanan ini dapat merusak jaringan dan melemahkan fungsi otak. Seperti yang diderita Conway, demensia atau mudah lupa adalah salah satu penyakit lanjutan akibat pelemahan fungsi otak itu sendiri. Bahkan parahnya, penyakit ini bisa menyebabkan kematian.

    Biasanya penyakit ini ditemui pada bayi, tapi ternyata penyakit ini dapat menyerang orang dewasa hingga di atas usia 60 tahunan. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, setidaknya 2 dari 1.000 orang mengalami hidrosefalus.

    Lalu, bagaimana cara agar seseorang dapat terhindar penyakit ini? Situs Web MD dan Health Line mengatakan bahwa hingga saat ini, belum ada cara yang dapat dilakukan untuk menghindarinya. Meski demikian, mengurangi risiko untuk perkembangan hidrosefalus sendiri masih mungkin dilakukan. Berikut adalah beberapa diantaranya.

    1. Rutin memeriksakan kehamilan

    Melakukan pemeriksaan secara rutin bertujuan agar kondisi bayi dapat terus terawasi, sehingga seorang ibu pun dapat lahir dengan waktu yang telah ditetapkan dokter dan bukan prematur. Sebab, melansir dari laman Hydrocephalus Association, bayi yang lahir sebelum usia kehamilan menyentuh angka 37 minggu, memiliki resiko lebih besar mengalami hidrosefalus, baik akibat komplikasi IVH lalu mengalami hidrosefalus, atau memang mengalami hidrosefalus langsung.

    2. Melakukan vaksinasi

    Melakukan vaksinasi secara umum sangatlah penting. Salah satu manfaatnya ialah dapat membantu mencegah penyakit dan infeksi yang terkait dengan hidrosefalus. Melakukan pemeriksaan rutin juga dapat memastikan bahwa Anda mendapatkan perawatan segera untuk penyakit atau infeksi yang dapat membuat Anda berisiko terkena hidrosefalus.

    Baca: Balita Penderita Hidrosefalus Harapkan Donatur Untuk Berobat

    3. Hindari benturan atau cedera pada kepala

    Bagi anak-anak dan orang dewasa, sangat penting untuk selalu menjaga kepala dari benturan dan cedera. Sebab, hal tersebut dapat secara tidak langsung menimbulkan sumbatan pada sistem di kepala. Oleh karena itu, gunakan selalu perangkat keselamatan seperti helm saat naik sepeda atau motor, sabuk pengaman saat mengendarai mobil dan sebagainya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | LOSANGELESTIMES | WEBMD | HEALTHLINE



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.