Waspada Hidrosefalus, Begini LangkahGejala dan Macam Pemeriksaan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Conway (Instagram @conwayshow)

    Tim Conway (Instagram @conwayshow)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengisi suara Barnacle Boy di serial kartun Spongebob dan pembawa acara The Carol Burnett Show, Tim Conway, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 14 Mei 2019. Seperti yang dilansir dari People.com, pria berusia 85 tahun itu meninggal setelah berjuang melawan penyakit hidrosefalus yang dideritanya.

    Baca juga: Komedian Tim Conway Meninggal, Hindari Hidrosefalus dengan Ini

    Laman Mayo Clinic menyebutkan bahwa hidrosefalus dapat terjadi pada bayi, maupun orang dewasa di atas usia 60 tahun. Ini disebabkan oleh penumpukan cairan di bagian kepala yang membuat volume dahi ke belakang pun mengembang seperti balon. Apabila tidak segera ditangani, hidrosefalus bisa menyebabkan penyakit yang lebih serius seperti penurunan fungsi dan kerja otak, serta kematian.

    Itu sebabnya, sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan gejala penyakit ini, agar segera mendapat perawatan dan kesembuhan. Melansir dari Web MD, beberapa tanda bahwa Anda mungkin terjangkit hidrosefalus adalah sakit kepala, muntah-muntah, kesulitan untuk melihat dan berjalan, mudah terjatuh, nafsu makan berkurang hingga sulit mengingat.

    Apabila gejala tersebut telah dialami, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan untuk mengetahui kebenarannya. Berikut adalah beberapa pemeriksaan neurologis yang dapat menunjukkan apabila seseorang adalah penderita hidrosefalus.

    1. Pemindaian tomografi terkomputasi (CT scan atau CAT scan)

    Pemeriksaan darurat secara umum dilakukan dengan CT scan. Dengan menggunakan teknologi sinar-X, gambar otak secara potong lintang dapat menunjukkan apakah ada penyumbatan dengan jelas.

    2. Magnetic resonance imaging (MRI)

    Pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan dengan tes MRI. Tes akan menghasilkan gambar tiga dimensi dari struktur tubuh dengan menggunakan medan magnet dan teknologi komputer. Gambar itu berupa evaluasi lebih dalam aliran dan sumbatan yang mungkin terjadi di otak. Tak heran, banyak orang yang lebih memilih pengecekan ulang dengan MRI karena detailnya yang lebih jelas.

    3. Isotopic cisternography

    Tes ini melibatkan penyuntikan isotop radioaktif ke punggung bawah melalui keran tulang belakang. Ini akan memungkinkan penyerapan obat untuk memantau kegiatan otak selama periode waktu tertentu, atau biasanya hingga empat hari. Tujuannya adalah untuk membuktikan bahwa seseorang memang mengidap hidrosefalus. Meski tak sebaik CT scan dan MRI, untuk kasus penyakit ini juga, penggunaannya dinilai baik dan cukup efektif.

    BacaUGM Mulai Pasarkan Alat untuk Penderita Hidrosefalus

    4. Pemantauan tekanan intrakranial

    Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui apabila seseorang menderita hidrosefalus ialah dengan pemantauan tekanan intrakranial. Pasien akan dipasangi kateter atau kabel serat optik kecil melalui tengkorak ke dalam otak. Ini berguna untuk mendeteksi tekanan dan pola gelombang tekanan di otak yang tidak normal. Berbeda dengan pemeriksaan lainnya yang dapat pulang dengan cepat, pemantauan tekanan intrakranial mengharuskan Anda untuk berada di rumah sakit selama 24 jam.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | PEOPLE | MAYOCLINIC | WEBMD



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.