Kementerian Kesehatan : Cacar Monyet Tidak Ada di Indonesia

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Monkeypox atau Cacar Monyet. Sumber: Face2Face Africa

    Monkeypox atau Cacar Monyet. Sumber: Face2Face Africa

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono menegaskan kasus monkeypox atau cacar monyet tidak ada di Indonesia, baik pada manusia maupun virus yang berinang di hewan.

    Baca: Fakta tentang Cacar Monyet, Awalnya dari Afrika Tengah

    Anung menegaskan sebenarnya penyakit monkeypox merupakan penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya jika tidak ada super infeksi sehingga tidak usah panik, namun kewaspadaan perlu ditingkatkan. "Sekali lagi hewannya adalah hewan yang saat ini diyakini masih berada di Afrika, kita tidak menemukan hal-hal semacam ini," kata Anung di Jakarta, Jumat 17 Mei 2019.

    Sebelumnya seorang warga negara Nigeria menderita monkeypox saat mengikuti lokakarya di Singapura. Saat ini pasien dan 23 orang yang kontak dekat dengannya diisolasi untuk mencegah penularan lebih lanjut.

    Anung menegaskan pemerintah telah melakukan hal-hal pencegahan mulai dari perketat penjagaan di seluruh pintu masuk negara, dan pengamatan kunjungan orang dan perpindahan orang melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan.

    Selain itu Anung juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan rajin mencuci tangan terutama setelah memegang hewan, hindari kontak dengan hewan inang seperti monyet, tikus, dan tupai meski belum ada infeksi pada hewan inang, dan hindari makan daging hewan liar. Sementara untuk orang yang bepergian ke daerah Afrika Tengah, Kemenkes memastikan akan memberikan perlindungan yang cukup melalui upaya-upaya personal.

    Selain itu apabila masyarakat mengetahui ada tetangga atau kerabat yang baru pulang dari daerah dengan potensi cacar monyet untuk segera berkunjung ke fasilitas kesehatan apabila terdapat gejala dalam masa inkubasi, yaitu pada masa empat sampai 21 hari. Apakah dalam jangka waktu setelah kepulangan itu Anda memiliki gejala panas, kemudian pegal-pegal seluruh tubuh, sakit kepala hebat, ada pembesaran kelenjar getah bening di ketiak atau tempat lain, atau kulit yang melepuh.

    Monkeypox alias cacar monyet adalah penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis). Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, atau lesi pada kulit atau mukosa dari binatang yang tertular virus.

    Penularan pada manusia, menurut Anung, terjadi karena kontak dengan monyet, tikus gambia dan tupai, atau mengonsumsi daging binatang yang sudah terkontaminasi. Inang utama dari virus ini adalah rodent (tikus). Penularan dari manusia ke manusia sangat jarang.

    Baca: Profesor UGM: Masyarakat Tak Perlu Khawatirkan Cacar Monyet

    Wilayah terjangkit Monkeypox secara global yaitu Afrika Tengah dan Barat seperti Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Ivory Coast, Liberia, Sierra Leone, Gabon dan Sudan Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.