Hindari Perilaku Merundung, Ajarkan Anak Nilai-nilai Kesetaraan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang tua antar anaknya ke sekolah. skim.gs

    Ilustrasi orang tua antar anaknya ke sekolah. skim.gs

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengajarkan nilai kesetaraan pada anak adalah hal penting untuk dilakukan agar anak menghargai sesama. Anak yang menghargai sesama cenderung terhindar dari sikap merundung atau bullying. 

    Baca juga: Usia Berapa Anak Boleh Ikut Les?

    Psikolog keluarga Ita D. Azly membagikan beberapa tips mudah dalam membimbing anak pada nilai-nilai kesetaraan. Menurutnya hal pertama yang harus dilakukan orang tua adalah mencontohkan sikap sopan kepada siapa saja.

    Ia mencontohkan saat Anda bersama anak makan di restoran. Bagaimana sikap Anda kepada pramusaji dan pemilik tempat makan? Sama dengan sikap kepada rekan Anda atau membedakan?

    "Terlepas dari jabatan, Anda harus memperlakukannya setara karena sama-sama manusia. Dengan demikian, anak pasti mencontoh ke arah yang baik,” katanya dalam acara Mengenalkan Nilai-nilai Kesetaraan Bagi Anak di Jakarta pada Sabtu, 18 Mei 2019.

    Selanjutnya, dalam berkeluarga, apabila Anda memiliki anak lebih dari satu, Anda juga wajib memberikan perlakuan yang sama atau adil. Ini ditujukan agar anak tidak terbiasa dengan kesenjangan.

    Ia mencontohkan soal pemilihan sekolah. Seorang temannya memiliki dua anak, satu di sekolahkan di swasta dan satunya lagi di negeri. Karena dari awal sudah tidak sama, anak-anaknya sampai sekarang tidak pernah akur. "Bahkan yang di negeri itu sekarang jadi urakan dan tidak hormat lagi sama orang tua. Jadi sebegitu krusialnya mengajarkan menerapkan kesetaraan itu,” katanya.

    Lalu, kenalkan anak-anak dengan budaya dan etnik yang berbeda. Realisasinya adalah dengan memperbolehkan anak berteman dengan siapa saja.

    Baca juga: Cara Efektif Ajarkan Anak Puasa, Ini Kata Psikolog

    “Kalau di kompleks rumah, izinkan anak-anak bermain dengan temannya dari Jawa, Kalimantan, Sumatra dan sebagainya. Dengan ini, anak bisa belajar tentang keberagaman serta tidak memandang salah satu dari perbedaan itu lebih baik dari yang lainnya,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.