Anak Bahagia Bisa Dilihat dari Cara Berjalan dan Berbicara

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak tersenyum. Pixabay.com

    Ilustrasi anak tersenyum. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebahagiaan adalah sebuah ekspresi yang menggambarkan anak yang sehat. Psikolog anak, Ita D. Azly, mengatakan bahwa jika hal ini disepelekan, dampaknya akan terlihat anak saat besar nanti.

    Baca juga: Hindari Perilaku Merundung, Ajarkan Anak Nilai-nilai Kesetaraan

    “Sifat anak terbentuk sejak dini. Kalau dia terbiasa tidak bahagia, kasihan akan terbawa hingga besar. Entah jadi lebih menutup diri atau susah bergaul dan sebagainya. Jadi sangat penting untuk orang tua memperhatikan kebahagiaan balita,” katanya dalam acara Mengenalkan Nilai-Nilai Kesetaraan Bagi Anak di Jakarta pada Sabtu, 18 Mei 2019.

    Tapi, bagaimana mengenali anak yang bahagia? Ita pun membagikan beberapa tandanya. Ternyata itu tidak hanya diketahui dari tertawa. 

    Menurut Ita, hal pertama yang harus diperhatikan adalah kemampuan fisiknya. Salah satu ciri anak di bawah usia lima tahun adalah lincah. “Coba perhatikan kalau dia sedang berjalan. Apakah dia jalannya biasa atau ada lari dan lompatnya? Ini adalah satu tanda yang sangat signifikan. Karena umumnya anak balita itu aktif sekali. Jadi kalau biasa saja, artinya dia sedang dalam posisi tidak bahagia,” katanya.

    Selanjutnya, Anda juga dapat melihat dari cara balita berinteraksi dengan teman-temannya. Ita mengatakan bahwa sebagai seorang anak kecil, mereka pun akan memiliki keinginan untuk menyebarkan kebahagiaan. Hal tersebut pun natural terjadi dan bukan dibuat-buat.

    “Mereka biasanya melakukan hal yang lucu dan menarik perhatikan karena vibe-nya balita itu spreading happiness. Jadi kalau dia diam saja, menutup diri, tidak membaur dengan teman-temannya, bisa dipastikan ada yang mengganjal di pikiran atau bahkan penyakit tertentu di tubuhnya,” katanya.

    Mengamati ekspresi balita saat berbicara dengan Anda dan keluarga juga penting untuk dilakukan. Menurutnya secara umum, balita akan sangat mudah tertawa. Terlebih lagi jika digoda oleh orang terdekatnya.

    Baca juga: Usia Berapa Anak Boleh Ikut Les?

    “Apabila anak menunjukkan sikap murung, wajah yang sedih atau tidak senyum, bisa disimpulkan bahwa ia tidak dalam suasana hati berbahagia,” katanya.

    Jadi, coba perhatikan anak Anda, apakah mereka menunjukkan tanda-tanda bahagia? 

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.