Sulit Dikenali, Intip Gejala Autisme yang Sering Muncul pada Bayi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi terapi untuk anak/autisme. Shutterstock

    Ilustrasi terapi untuk anak/autisme. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Autism Spectrum Disorder (ASD) atau autisme merupakan kegagalan perkembangan yang kompleks dan mempengaruhi kemampuan sosial anak seperti bermain, belajar, dan berkomunikasi. Tanda-tanda gangguan ini dapat dikenali sejak anak berusia kurang dari setahun. 

    Baca juga: 8 Gejala Autisme yang Tercermin dari Perilaku Bayi

    Thomas Frazier, PhD, psikolog klinis, peneliti autisme, dan kepala peneliti di organisasi Autism Speaks mengatakan, kasus autisme pada setiap anak berbeda-beda, mulai dari tahap ringan hingga berat. Penyebab autisme pun tidak bisa diketahui secara pasti, namun diyakini hal itu merupakan kombinasi dari faktor genetika dan lingkungan.

    “Jika Anda mempunyai saudara kandung yang mengidap autisme, maka risiko Anda mengalami autisme meningkat sebesar 20 persen dari rata-rata,” ungkap Thomas Frazier.

    Selain itu, faktor lain yang bisa menjadi penyebab autisme termasuk juga di antaranya kelahiran prematur, berat badan rendah saat lahir, komplikasi saat melahirkan, dan usia orang tua yang terlalu tua. Dalam laporan yang dirilis pada Desember 2018 oleh Akademi Pediatri Amerika, diperkirakan autisme terjadi pada satu dari empat puluh anak di AS saat ini.

    Itu sebabnya, orang tua perlu lebih peka dalam mengamati proses tumbuh kembang bayi sebab dengan mengetahui gejala autisme lebih awal, maka anak bisa mendapatkan penanganan dini yang tepat.

    Beberapa orang tua bisa mengenali gejala autisme pada bayi ketika berusia enam hingga 12 bulan, tergantung pada gejala dan tingkat keparahannya. Pada level ringan, gejala autisme pada bayi memang cenderung sulit dikenali. Lantas apa yang harus dilakukan orang tua?

    “Perhatikanlah apakah bayi bereaksi terhadap informasi yang didapat dan lingkungan di sekitarnya. Di tahun pertama kehidupannya, bayi mulai bergumam dan menggunakan gestur seperti menunjuk,” jelas Thomas Frazier.

    Perhatikan pula apakah bayi bereaksi seperti tertawa, tersenyum, atau tidak menunjukkan reaksi apapun terhadap ekspresi yang ditunjukkan orang dewasa di sekitarnya. “Suara bayi juga harus mempunyai fungsi sosial. Bayi harus menunjukkan upaya berkomunikasi dengan orang tuanya,” kata Thomas Frazier.

    Bayi dengan gejala autisme biasanya gagal untuk berkomunikasi dengan suara, gerakan, dan tidak merespon stimulasi sosial yang diberikan orang dewasa di sekitarnya.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.