Lamanya Tidur Pengaruhi Kesuburan Pria, Berapa Jam yang Ideal?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pria tidur. shutterstock.com

    Ilustrasi pria tidur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak hal yang bisa mempengaruhi kesuburan pria, dari makanan hingga aktivitas sehari-hari.  Tahukah Anda bahwa lamanya Anda tidur di malam hari juga akan mempengaruhi kesuburan?

    Baca juga: Siapa Bilang Pria Tak Punya Batasan Usia Subur? Intip Studi Ini

    Lauren Wise, yang pernah melakukan penelitian pada 2016 mengatakan bahwa ketika seorang pria tidur dalam waktu yang normal, yaitu antara tujuh hingga delapan jam di malam hari, kualitas dan mobilitas spema meningkat. Kondisi inilah yang membuat proses pembuahan menjadi lebih mudah.

    Ia mengatakan, para pria yang tidur kurang dari enam jam atau bahkan mereka yang tidur terlalu lama, lebih dari Sembilan jam, memiliki kesempatan lebih kecil 45 persen dibandingkan dengan pria yang tidur delapan jam setiap malam.

    Perbedaan tingkat kesuburan ini kemungkinan dipengaruhi oleh kadar testosteron yang banyak dilepaskan pada waktu tidur. Hormon yang identik dengan pria ini diketahui memainkan peran penting dalam proses reproduksi.  Selain itu, durasi tidur juga mempengaruhi gaya hidup yang tidak sehat dan penurunan libido.

    Dr. Peter Schlegel, wakil presiden American Society for Reproductive Medicine mengatakan bahwa pria yang ingin memiliki anak agar tidur cukup di malam hari, tidak kurang dan tidak berlebihan. “Tidur 7 jam dan kurang dari 9 jam akan membantu mengoptimalkan kesuburan pria sehingga berkontribusi besar pada kehamilan pasangannya,” ujar dia.  

    Baca juga: 

    Reino Barack Ingin Punya Anak? Intip 5 Makanan Penambah Kesuburan

    Selain tidur, Schlegel juga menganjurkan para pria lebih banyak makan buah dan sayuran. Makanan ini akan membantu produksi sperma lebih baik daripada daging dan lemak. 

    TIMES OF INDIA | WEB MD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.