Arifin Ilham Meninggal Karena Kanker Nasofaring, Cegah dengan Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ustaz Arifin Ilham, meninggal pada usia 49 tahun pada  pukul 23.20 waktu Penang, Malaysia. Ustaz Arifin Ilham meninggal karena penyakit kanker getah bening stadium 4 sejak Desember 2018.  Instagram/@kh_m_arifin_ilham

    Ustaz Arifin Ilham, meninggal pada usia 49 tahun pada pukul 23.20 waktu Penang, Malaysia. Ustaz Arifin Ilham meninggal karena penyakit kanker getah bening stadium 4 sejak Desember 2018. Instagram/@kh_m_arifin_ilham

    TEMPO.CO, Jakarta - Ustad Arifin Ilham tutup usia. Hal tersebut disampaikan oleh anak sulungnya, Muhammad Alvin Faiz di akun Instagram miliknya. Sembari mengunggah foto dirinya dan sang ayah yang sedang berpelukan, ia pun memanjatkan doa untuk kepergian pendiri majelis taklim Adz-Dzikra itu.

    Baca: Ustad Arifin Ilham Meninggal, Akan Dimakamkan di Gunung Sindur

    “Innalillahiwainnailaihirojiun. Telah wafat Abi kami tercinta Abi @kh_m_arifin_ilham. Semoga Allah terima amal ibadahnya, diampuni segala dosanya, dimasukan ke dalam surganya Allah swt, aamiin,” tulisnya di akun @alvin_441 pada 22 Mei 2019.

    Sebelumnya, Arifin Ilham memang diketahui tengah berjuang melawan kanker nasofaring yang dideritanya. Ini merupakan kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut. Rupanya, laman Web MD mengatakan bahwa hal tersebut disebabkan oleh gaya hidup yang kurang baik.

    Lalu, gaya hidup seperti apakah yang bisa dilakukan untuk terhindar dari penyakit serupa? Berikut adalah beberapa diantaranya seperti yang juga dilansir dari Cancer.org dan Sing Health.

    1. Berhenti merokok
    Tembakau yang terkandung pada rokok disebut sebagai penyebab utama kanker nasofaring. Tak hanya itu, ia juga sering dikaitkan dengan komplikasi kesehatan lainnya. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi Anda untuk berhenti mengkonsumsi rokok dan segala jenisnya yang berhubungan dengan tembakau.

    2. Mengkonsumsi vitamin C
    Vitamin C dapat ditemukan dari berbagai jenis sayuran hijau dan buah segar. Rupanya, mengkonsumsinya sangatlah disarankan untuk meminimalisir resiko kanker yang salah satunya termasuk nasofaring. Apabila tidak memungkinkan untuk mengkonsumsi vitamin C dari sayur dan buah, alternatif lain yang disarankan ialah dengan minum suplemen dengan kandungan tersebut.

    3. Hindari memakan ikan asin
    Nasi hangat dan ikan asin tentu dirasa sangat istimewa untuk disantap. Sayangnya, mengkonsumsi ikan asin sudah tidak lagi disarankan oleh para ahli. Sebab, ia dipercaya mengandung senyawa nitrosamin yang merupakan karsinogenik atau senyawa penyebab kanker nasofaring. Jadi sekarang, ucapkan selamat tinggal untuk ikan asin.

    Baca: Ustaz Arifin Ilham Meninggal, Segera Dibawa Pulang ke Indonesia

    4. Tidak lagi minum minuman keras
    Konsumsi alkohol yang terlalu banyak disebut sebagai salah satu penyebab kanker di daerah kepala hingga leher. Tak terkecuali, kanker nasofaring. Bahkan, sebuah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa mengkonsumsi alkohol yang dipadukan dengan merokok akan membuat pertumbuhan kanker nasofaring 10 tahun lebih cepat diderita oleh seorang individu.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | INSTAGRAM | WEBMD | CANCER.ORG | SINGHEALTH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.