Jangan Mengemudi Lebih dari 4 Jam saat Mudik, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mudik. Shutterstock

    Ilustrasi mudik. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu hal yang harus dipersiapkan sebelum melakukan perjalanan mudik menjelang Idul Fitri adalah kondisi kesehatan fisik dan mental. Apalagi jika harus mengemudi sendiri hingga seharian. Perjalanan panjang sering kali menimbulkan kelelahan yang bisa menyebabkan sakit, juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. 

    Baca juga: Bersiap Mudik Lebaran, Jangan Lupa Perhatikan Juga 3 Hal Ini

    Saat Anda mengemudi, jangan paksakan diri memacu kendaraan dalam waktu lama. Apalagi ketika Anda mulai merasa kelelahan dan ngantuk. Perlu diingat, tubuh bukanlah mesin yang bisa dipaksa bekerja selama mungkin.

    Kementerian Kesehatan mengimbau agar beristirahat setelah mengemudi selama 4 jam perjalanan. Sebab, bila seseorang telah mengemudikan kendaraannya lebih dari 4 jam maka akan terjadi penurunan kesigapan tubuh maupun respons tubuh. Inilah yang menyebabkan rawan kecelakaan di perjalanan.

    Cari tempat istirahat atau rest area, dan usahakan mengambil beberapa waktu untuk istirahat atau tidur. Idealnya, tidur di sela-sela mengemudi minimal 15 hingga 30 menit. Bila di perjalanan sakit, segera mencari pos kesehatan yang terdekat.

    Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, dr. Bambang Wibowo, SpOG (K), MARS mengatakan Kementerian Kesehatan sudah menyiapkan total 6.047 fasilitas pelayanan kesehatan di jalur mudik mulai dari pos kesehatan, puskesmas, rumah sakit, kantor kesehatan pelabuhan, dan public savety center

    Baca juga: Waspadai 4 Penyakit Rawan Saat Mudik

    “Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama pemerintah berpartisipasi dan mendukung kelancaran mudik pada tahun ini. Bersama-sama memperhatikan keselamatan masing-masing,” kata Bambang pada Temu Media Kesiapan Sektor Kesehatan dalam Penyelenggaraan Mudik Lebaran 2019 di Gedung Kemenkes, Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.