Bill Buckner Meninggal, Cegah Demensia dengan 5 Gaya Hidup Sehat

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi demensia (pixabay.com)

    ilustrasi demensia (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan atlet baseball kenamaan asal Amerika Serikat, Bill Buckner, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 28 Mei 2019. Melansir dari LA Times, sang istri, Jody Buckner mengatakan bahwa pria yang kerap dijuluki ‘mesin pemukul’ ini meninggal di usia 69 tahun karena penyakit demensia yang telah menyerangnya beberapa tahun belakangan.

    Baca juga: Earl Thomas Conley Meninggal, Intip 5 Gejala Awal Demensia

    Demensia memang dapat mengancam seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Penyakit ini menyebabkan kemampuan otak mengalami kemunduran sehingga mengurangi daya ingat, kemampuan berpikir, hingga pemahaman bahasa.

    Meski demikian, Anda tidak perlu khawatir. Sebab, sejumlah ahli meyakini demensia bisa ditunda atau bahkan dicegah. Melansir dari Independent.co.uk dan Health Day, berikut adalah lima cara di antaranya.

    1. Menjaga otak tetap aktif

    Yang sedikit orang tahu, olahraga otak juga dapat berguna untuk kesehatan kognitif Anda. Lebih banyak membaca, menekuni hobi baru, dan melakukan teka-teki silang selain menyenangkan, juga bagus untuk mengaktifkan otak Anda.

    2. Makan banyak buah dan sayur

    Ada bukti yang menunjukkan bahwa diet Mediterania yang mengharuskan banyak buah segar dan sayuran, minyak zaitun, kacang-kacangan, serta ikan dapat mengurangi risiko demensia atau kepikunan. Sejumlah penelitian juga menyimpulkan bahwa mengkonsumsi lemak tak jenuh dapat membantu mengurangi risiko penyakit demensia.

    3. Berhenti merokok

    Merokok memiliki efek yang sangat berbahaya bagi jantung, paru-paru, dan sistem vaskular, termasuk pembuluh darah di otak. Merokok diyakini meningkatkan risiko mengembangkan demensia vaskular. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa merokok merupakan faktor risiko yang signifikan untuk penyakit demensia, dimana perokok hampir dua kali lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit ini ketimbang mereka yang tidak merokok.

    4. Olahraga teratur

    Olahraga secara teratur adalah cara penting untuk mengurangi resiko terkena demensia. Olahraga secara teratur membantu memastikan otak Anda dalam kondisi prima karena aliran darah menuju kepala menjadi lancar.

    Baca jugaPendidikan Tinggi Bisa Perlambat Demensia? Simak Kata Studi

    5. Tidur yang cukup

    Sejumlah studi dalam beberapa tahun terakhir menghubungkan kualitas dan durasi tidur dengan kesehatan kognitif. Penelitian menemukan bahwa mereka yang sering kurang tidur lebih mungkin untuk memiliki plak amiloid di otak mereka, ciri utama dari penyakit demensia.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | INDEPENDENT | HEALTHDAY | LA TIMES 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.