Mudik? Supir Mobil Istirahat Pasca Jalan 4 Jam, Supir Motor 2 Jam

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mudik lebaran. Dok. TEMPO/ Ayu Ambong

    Ilustrasi mudik lebaran. Dok. TEMPO/ Ayu Ambong

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang lebaran, banyak masyarakat yang akan mudik dan bertemu dengan keluarga di kampung halaman. Bagi masyarakat yang mudik, Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengingatkan agar sektor kesehatan berupaya mengantisipasi terjadinya masalah kesehatan. “Terutama bagi pengemudi. Oleh karena itu, melalui pos kesehatan di jalur mudik, sektor kesehatan memberikan pelayanan seperti cek kesehatan, akupresur, dan pengobatan,” katanya dalam keterangan pers yang diterima Tempo 28 Mei 2019.

    Baca: Mudik ke Yogyakarta, Yuk Kunjungi Wisata Alternatif Eksotis Ini

    Setiap pemudik dianjurkan mengunjungi pos kesehatan agar tahu kondisinya. Selain itu juga dianjurkan untuk beristirahat. Pengendara mobil diminta beristirahat setelah menempuh perjalanan selama 4 jam. Sedangkan pengendara motor diminta beristirahat setelah berjalan selama 2 jam perjalanan.

    Nila mengingatkan bahwa penyakit tidak menular itu tinggi dialami masyarakat. Penderita hipertensi hampir 34 sampai 40 persen. “Kami meminta pengemudi kalau ada yang sakit dan dengan obat bisa teratasi, maka jangan telat minum obatnya, cek kesehatan sebelum mengemudi, kalau perjalanan tiap 4 jam istirahatlah dan cek kesehatan,” kata Nila.

    Nila bersama Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan  Bambang Wibowo memastikan kesiapan ambulans di DKI Jakarta jelang mudik 2019 pada Senin 27 Mei 2019. Nila mengatakan masalah kesehatan bisa terjadi kapan saja, apalagi saat mudik lebaran yang membutuhkan fisik dan psikis yang baik. Sektor kesehatan harus siap apabila terjadi risiko masalah kesehatan. Karena hal itu bisa terjadi jika tubuh dalam keadaan tidak sehat.

    Hari ini kita ingin melihat seberapa jauh kesiapan ambulans. Ambulans itu mempunyai kapasitas untuk menolong, jadi mereka (ambulans) ada tipenya. Seperti ambulans kalau harus menolong orang saat itu juga misalnya untuk yang sakit jantung, maka di ambulans tersebut bisa dilakukan tindakan langsung. Ada juga ambulans untuk bawa pasien dirujuk ke rumah sakit,” katanya usai melakukan peninjauan kesiapan ambulans di kantor Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

    Kecelakaan juga bisa terjadi saat mudik, Nila menambahkan Kementerian mengerahkan ambulans di pos-pos kesehatan juga rumah sakit. “Ambulans itu ada standar nya, misal untuk oksigen anak, kita sesuaikan dengan standar untuk anak-anak. Kami juga cek koneksitasnya dari ambulans tersebut, itu ada PSC 119, nah anda tinggal panggil saja, ceritakan kejadiannya seperti apa. Nanti 119 yang akan arahkan. Saya tadi cek, itu (PSC 119) bagus sekali, nanti ambulans yang paling dekat dengan anda akan menghampiri anda. Termasuk jika mau rujuk nanti diarahkan,” katanya.

    Baca: Sambut Libur Lebaran, Kapal Ferry Danau Toba Bakal Ditambah

    Ada 188 Public Safety Center (PSC) di seluruh Indonesia. Di Jakarta penduduk banyak, dokter banyak, Nila mengatakan harus buat inovasi lain, jadi harus mengembangkan 119. “Jadi 119 ini supaya masyarakat tahu, misalnya kalau butuh RS hubungi saja 119, akan dikasih tahu ketersediaan kamar,” kata Nila.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.