Mau Nyaman Nonton Bola, Bebaskan Stadion dari Asap Rokok

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi larangan merokok. ChinaFotoPress/Getty Images

    Ilustrasi larangan merokok. ChinaFotoPress/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam banyak studi, rokok terbukti berdampak buruk bagi kesehatan. Bukan hanya bagi perokok, tapi juga orang orang di sekitarnya yang berpotensi menjadi perokok pasif di ruang publik. 

    Baca juga: 

    Buka Puasa Langsung Merokok Saat Perut Kosong, Awas Dampaknya

    Ketua Koalisi Nasional Masyarakat Sipil untuk Pengendalian Tembakau Ifdhal Kasim mengatakan, dampak ini cukup mengkhawatirkan karena kebanyakan orang berpikir bahwa setiap ruang publik boleh digunakan untuk merokok.

    “Padahal, di ruang publik ada hak-hak orang lain yang harus dihormati. Karena itu, pembatasan asap rokok di ruang-ruang publik sangat penting, salah satunya adalah stadion,” kata Iqbal dalam diskusi “Memperluas Gerakan Pengendalian Tembakau di Indonesia” di Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019. Diskusi ini digelar menjelang peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia setiap 31 Mei.  

    Menurut Ifdhal, stadion di Indonesia sama sekali belum terbebas dari asap rokok. Bahkan ada sebagian orang yang sengaja datang ke stadion untuk merokok. Fakta itu mendorong Koalisi Nasional Masyarakat Sipil untuk Pengendalian Tembakau berinisiatif mengajak kalangan lebih luas, antara lain Persatuan Sepakbola Indonesia atau PSSI dan Persija, juga klub sepakbola lain untuk mendukung Gerakan Tribun Tanpa Asap.

    Di luar negeri, stadion tanpa asap rokok sudah diberlakukan sejak lama. Tak usah jauh-jauh ke Eropa, Singapura juga menerapkan aturan serupa. “Kita harus mengembangkan ini, bagaimana mensosialisasikan tempat-tempat publik yang harus bebas asap rokok,” kata dia.

    Gerakan Tribun Tanpa Asap ini mendapat dukungan penuh dari para pelaku di dunia sepakbola. Salah satu dukungan datang dari pesepak bola Andritany Ardhiyasa, kapten timnas senior dan Persija. Menurut dia, orang ingin menonton pertandingan sepak bola di tribun dengan nyaman, tanpa gangguan asap rokok. Apalagi, orang tua juga sering mengajak anak-anak mereka untuk menonton.

    “Cukup 90 menit tidak usah merokok karena stadion bukan hanya milik Anda, tapi juga milik orang-orang yang ingin menikmati sepak bola” kata dia.

    Baca juga: Selain Berhenti Merokok, Gaya Hidup Ini Bisa Turunkan Risiko TBC

    Inisiator Gerakan Tribun Tanpa Asap yang juga Ketua Umum The Jakmania Ferry Indrasjarief mengimbau The Jakmania untuk tidak membawa rokok dan flare yang bisa mengganggu kenyamanan penonton. “Semua berhak untuk datang ke stadion tanpa merasa terganggu oleh asap, terganggu oleh pemandangan yang tidak enak,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.