Vape vs Rokok Konvensional, Mana yang Lebih Berbahaya?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rokok elektrik atau vaping dan rokok tembakau atau konvensional. Shutterstock

    Ilustrasi rokok elektrik atau vaping dan rokok tembakau atau konvensional. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Vape atau rokok elektrik sedang tren di kalangan anak muda. Tidak sedikit yang mengatakan bahwa rokok jenis ini lebih aman ketimbang rokok konvensional yang dijual di pasaran. Benarkah demikian?

    Baca juga: Mau Nyaman Nonton Bola, Bebaskan Stadion dari Asap Rokok

    Dokter spesialis paru dan Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Agus Dwi Susanto, mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar. Sebab, walaupun tidak mengandung tar, vape tetap tersusun dari karsinogen.

    “Seperti rokok konvensional, vape juga mengandung karsinogen. Ini adalah zat yang menyebabkan kanker. Jadi secara langsung, dia merusak DNA dalam sel sehingga menyebabkan kelainan pada sel normal,” katanya dalam acara menyambut Hari Tanpa Tembakau Sedunia Kementerian Kesehatan di Jakarta pada Selasa, 28 Mei 2019.

    Selain itu, vape juga dipercaya mengandung senyawa adiktif, termasuk perasa, yang dapat menyebabkan peradangan pada paru-paru. Jadi, vape maupun rokok konvensional memiliki resiko kesehatan yang sama.

    “Berbagai penelitian di luar negeri juga sering menyinggung masalah paru-paru yang ditimbulkan oleh vape. Layaknya rokok konvensional, ada peradangan, produksi lendir dan perubahan fungsi paru-paru. Jadi sebenarnya sama saja kan bahayanya mau elektrik ataupun biasa,” katanya.

    Oleh karena itu, Agus pun mengingatkan untuk tidak percaya pada istilah less helpful pada slogan rokok elektrik. Menurut dia, hal tersebut hanya digunakan sebagai pengelabuan dampak negatifnya.

    Baca juga: 

    Buka Puasa Langsung Merokok Saat Perut Kosong, Awas Dampaknya

    “Masyarakat harus diedukasi karena hal ini sangat menyesatkan. Jadi sebenarnya istilah less helpful itu hanya pemanis dari industri vape agar rasa khawatir pembeli itu diminimalisasi. Padahal sebenarnya rokok elektrik dan konvensional sama saja ya dampaknya. Sama-sama buruk,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.