Benarkah Rokok Bisa Memicu Ide Kreatif? Awas, Efek Buruknya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi larangan merokok. NIGEL TREBLIN/AFP/Getty Images

    Ilustrasi larangan merokok. NIGEL TREBLIN/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat berada dalam situasi deadline, tak sedikit pekerja yang menemukan jalan buntu. Untuk mengembalikan ide-ide kreatif, mereka lantas mengkonsumsi rokok. Namun, apakah benar demikian?

    Baca juga: Vape vs Rokok Konvensional, Mana yang Lebih Berbahaya?

    Dokter spesialis paru dan Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Agus Dwi Susanto, menjelaskan antara korelasi keduanya. Ia mengatakan bahwa hal tersebut disebabkan oleh kandungan nikotin pada rokok yang dapat merangsang neurotransmitter. Zat kimia ini berhubungan dengan suasana hati seseorang. 

    “Beberapa contoh neurotransmitter itu adalah glutamat dan noradrenaline. Mereka memang terbukti dapat meningkatkan imajinasi dan mengurangi stres. Banyak juga penelitian yang menyebutkan ini,” katanya dalam acara menyambut Hari Tanpa Tembakau Sedunia Kementerian Kesehatan di Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019.

    Meski demikian, Agus tidak menyarankan penggunaan rokok dalam jangka panjang. Sebab, meski nikotin dapat memberikan dampak positif, tapi dampak negatifnya lebih banyak. Menurut dia, dengan terus mengkonsumsi nikotin, itu sama saja dengan menumpuk gunungan zat-zat beracun di tubuh.

    "Puncaknya, akan terjadi perubahan pada sistem pembuluh darah dan akhirnya bisa menyebabkan kanker. Artinya dampak nikotin yang awalnya baik, ketika dikonsumsi banyak justru menjadi negatif,” katanya.

    Oleh karena itu, ia mengimbau agar masyarakat dapat memilah penggunaan rokok. Apabila dirasa ingin mencari inspirasi, ia pun lebih menyarankan untuk melakukan hal lain saja.

    Baca juga: Mau Nyaman Nonton Bola, Bebaskan Stadion dari Asap Rokok

    “Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memunculkan ide-ide yang cemerlang. Jangan hanya terpaut pada rokok. Efek jangka pendeknya mungkin baik, tapi jangka panjangnya kan buruk sekali,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.