Awas Stroke, Dokter Ingatkan Lansia Hindari Dehidrasi saat Mudik

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi lansia (pixabay.com)

    ilustrasi lansia (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mudik menjelang Lebaran cukup melelahkan bagi orang lanjut usia alias lansia, terutama yang pernah menderita stroke. Khawatir stroke berulang, dokter menyarankan agar lansia selalu menghindari dehidrasi.

    Baca juga: 

    Bayi Baru Lahir Boleh Dibawa Mudik, Simak 4 Tips dari Dokter Anak

    "Dehidrasi dan juga perubahan tekanan darah yang fluktuatif dapat berdampak kurang baik, terutama pada lansia dan khususnya penderita riwayat stroke, karena dikhawatirkan dapat berisiko kejadian stroke," kata dokter spesialis saraf, dokter Untung Gunarto Sp.S. M.M.di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, Rabu, 29 Mei 2019.

    Oleh karena itu, dokter Untung yang praktik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto tersebut, mengingatkan masyarakat, khususnya penderita riwayat stroke, untuk meningkatkan asupan air minum selama melakukan perjalanan mudik.

    "Apalagi jika perjalanan mudik ditempuh dalam durasi yang lama, maka konsumsi air minum, khususnya air putih, sangat perlu diperhatikan dengan saksama agar terhindar dari dehidrasi," katanya.

    Dia juga mengingatkan mengenai pentingnya pemudik menjaga stamina saat melakukan perjalanan mudik. "Kelelahan karena perjalanan mudik yang jauh dan macet dikhawatirkan dapat mengakibatkan penurunan stamina, hal tersebut dapat diantisipasi dengan banyak istirahat dan memperhatikan asupan makanan serta minumnya," katanya.

    Bagi mereka dengan keluhan penyakit tertentu misalkan hipertensi, kata dia, perlu tetap mengonsumsi obat-obat rutin sesuai dengan anjuran dokter. Selain itu, sering berhenti untuk istirahat dan melakukan gerakan tubuh ringan pada fase-fase tertentu dan yang penting hindari merokok.

    Hal yang juga tidak kalah penting, kata dia, membekali diri dengan berbagai obat-obatan lainnya yang dibutuhkan selama perjalanan mudik.

    Dia juga menambahkan bahwa perjalanan mudik yang melelahkan dapat memicu stres yang pada akhirnya menimbulkan nyeri kepala, migrain, dan vertigo.

    Baca juga: Mudik? Supir Mobil Istirahat Pasca Jalan 4 Jam, Supir Motor 2 Jam

    "Berdasarkan pengalaman saya, saat musim arus mudik dan arus balik banyak pasien yang datang karena mengeluhkan vertigo, migrain, dan nyeri kepala tegang, di mana pemicunya lebih banyak disebabkan stres situasional saat perjalanan jauh dengan tingkat kemacetan tinggi," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.