Ani Yudhoyono Wafat, Hobi Fotografinya Bermula dari Sang Ayah

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ani Yudhoyono ditemani suaminya mantan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, saat dirawat di rumah sakit National University Singapura. Ani Yudhoyono mengidap penyakit kanker darah setelah sepulang dari Aceh. Instagram/@aniyudhoyono

    Ani Yudhoyono ditemani suaminya mantan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, saat dirawat di rumah sakit National University Singapura. Ani Yudhoyono mengidap penyakit kanker darah setelah sepulang dari Aceh. Instagram/@aniyudhoyono

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibu negara keenam, Ani Yudhoyono, dikabarkan meninggal dunia di usia 67 tahun pada Sabtu, 1 Juni 2019. Sebelumnya, istri mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini mendapatkan perawatan intensif untuk kanker darah di National University Hospital (NUH) Singapura. 

    Baca juga: 

    Ani Yudhoyono: Kuingin Beri Senyum Terbaik untuk Suami dan Anak

    Semasa hidupnya, Ani Yudhoyono memang dikenal sebagai seorang pencinta fotografi. Bahkan saat dirinya terbaring lemah di rumah sakit sekalipun, ia tak pernah melupakan hobinya itu. Salah satunya dapat dibuktikan dari unggahannya di akun Instagram @aniyudhoyono. Ia mengunggah potret matahari terbenam yang diambilnya melalui jendela kamar NUH.

    Karya foto Ani Yudhoyono saat dirawat di National University Hospital (Instagram @aniyudhoyono)

    “Matahari terbit selalu membawa suasana batin yang berbeda. Tak akan pernah sama. Yang pasti ia selalu membawa harapan baru bagiku, bagimu dan bagi kita semua,” tulisnya di keterangan foto yang diunggah pada 24 Februari 2019 itu.

    Rupanya, hobi fotografi tersebut didapatnya dari sang ayah, Sarwo Edhie Wibowo. “Ayah saya fotografer, tapi untuk keluarga. Beliau ajarkan saya,” kata Ani Yudhoyono di Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta beberapa waktu lalu.

    Saat itu, Ani Yudhoyono melanjutkan, ia melihat ayahnya di sebuah ruangan gelap. Di sana, ada selembar kertas yang dibolak-balik dalam sebuah larutan. Kemudian, dari kertas itu muncullah gambar. “Saya waktu itu umur 10 tahun sangat tertarik. Ini apa ya, kok ajaib. Karena kertas putih kok tiba-tiba ada gambar,” katanya.

    Dari situ, Ani Yudhoyono pun mendalami minatnya pada fotografi. Ia belajar secara otodidak. Melihat keseriusannya, ia mengaku ayahnya langsung membelikannya sebuah kamera, yang pada saat itu populer disebut tustel. Menurut ayahnya, kamera itu bisa digunakan untuk merekam jejak anak-anaknya jika kelak Ani menjadi seorang ibu.

    “Saya foto sendiri anak-anak saya dan kelihatan perkembangan sang anak jadi dewasa. Itu keuntungan kita bisa memotret,” katanya.

    Baca juga: Mulai Latihan Berjalan, Ani Yudhoyono Tak Lupakan Hobi Fotografi
    Ani Yudhoyono menuturkan, memotret merupakan hobi yang menyenangkan. Sebab, dia berujar, dirinya tidak perlu mencari objek yang selalu bagus. Tetapi bisa mencari yang bagus dari tempat yang kurang bagus. “Tinggal punya sense saja. Cari segi keindahan dari yang tidak bagus.”

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | FRISKI RIANA | TWITTER | INSTAGRAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.