Tips Mengatur Pola Makan saat Lebaran agar Tetap Sehat

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi makanan bersantan (pixabay.com)

    ilustrasi makanan bersantan (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Lebaran tinggal menghitung hari. Setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadan, banyak dari kita yang mulai khawatir bagaimana supaya tetap sehat di Hari Raya mengingat begitu banyak makanan yang akan terhidang. Sebagian besar makanan itu berbahan daging atau ayam, berkuah santan, seperti opor ayam, rendang, semur daging, sayur labu siam, gulai, dan sebagainya.

    Baca juga: 5 Tips Mencegah Diet Gagal Total Selama Mudik Lebaran

    Belum lagi minuman manis yang sering menjadi teman, mulai dari teh manis sampai es sirup. Seperti dikutip laman WHO, hal yang paling sulit dilakukan orang saat Lebaran, bahkan sejak Ramadan, adalah mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.

    Jumlah makanan yang kita santap selama Lebaran juga dipastikan lebih banyak dibanding hari-hari biasa. Belum lagi bila kita berkunjung ke rumah kerabat dan disajikan aneka makanan yang tak kalah menggiurkan.

    Namun demikian, sungguh penting untuk tetap menjaga kesehatan selama Lebaran sehingga kita bisa menghabiskan waktu yang menyenangkan bersama keluarga dan kerabat. Pemilihan makanan yang sehat salah satunya, tapi akan lebih baik lagi bila diimbangi dengan kegiatan fisik, misalnya berjalan kaki minimal 45 menit sehari.

    Jenis makanan yang sebaiknya diwaspadai saat Lebaran dan konsumsinya harus dibatasi di antaranya adalah makanan berkuah santan, seperti opor, gulai, dan sayur labu siam teman makan ketupat. Santan mengandung lemak jenuh yang tinggi sehingga bisa berdampak pada kesehatan jantung dan pembuluh darah bila konsumsinya tidak dibatasi.

    Selain itu, waspadai pula jeroan yang mengandung kolesterol dan asam urat tinggi. Jeroan biasanya dijadikan campuran sayur, misalnya irisan ampela di sayur labu, atau hati sebagai pelengkap sambal goreng kentang. Hati dan ampela ayam juga bisa ditemui di opor.

    Daging merah biasanya dijadikan semur atau rendang. Konsumsinya pun sebaiknya dibatasi, terutama yang kuahnya mengandung santan, seperti rendang. Kolesterol pada ayam memang tak sebanyak daging merah, tapi perhatikan untuk tidak menyertakan kulitnya ke dalam opor karena di kulit mengandung lemak dan kolesterol terbanyak.

    Makanan lain yang juga perlu mendapat perhatian adalah kue-kue manis, baik basah maupun kering. Jangan terlalu banyak menyantapnya bila tak ingin kadar gula darah berlebih.

    Agar konsumsi makanan tak sehat bisa sedikit terkontrol, cobalah gunakan piring kecil, yang biasanya untuk camilan, saat makan sehingga porsi makan tak berlebihan. Lalu, untuk mengimbangi kelebihan lemak, kolesterol, dan asam urat yang masuk ke tubuh, jangan lupa makan buah-buahan dan sayuran hijau. Serat dari buah dan sayur bisa menyerap kelebihan lemak dan kolesterol.

    Baca juga: 5 Pekerjaan yang Sulit Libur saat Lebaran, Apa Saja?

    Minum air putih yang cukup juga dapat mengimbangi kolesterol, kalori, dan lemak yang masuk ke tubuh sekaligus menjadi media untuk membersihkan berbagai macam kelebihan zat berbahaya dan racun.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | WHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.