Daging Putih Versus Merah, Mana Lebih Baik untuk Kesehatan?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi daging merah. Pixabay.com

    Ilustrasi daging merah. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Walaupun kaya akan protein dan kalsium, orang tua tentu pernah menasihati Anda untuk tidak terlalu banyak mengkonsumsi daging merah karena kadar kolesterolnya. Oleh karena itu, tak sedikit yang menyarankan untuk mencampur daging merah (sapi dan kambing) dengan daging putih (ayam dan ikan) guna menyeimbangkan nutrisi.

    Baca: Tips Mengatur Pola Makan saat Lebaran agar Tetap Sehat

    Rupanya, sebuah temuan baru yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa daging putih juga tak kalah berbahaya dengan daging merah ketika berbicara mengenai tingkat kolesterol. Para ahli dari sektor Aterosklerosis di rumah sakit anak, Oakland Research Institute di California, Amerika Serikat lantas menyelidiki hubungan potensial antara daging putih dan kadar kolesterol.

    Dipimpin oleh penulis dan ilmuwan senior, Ronald Krauss, para peneliti mulai melihat bagaimana mengkonsumsi berbagai jenis daging berdampak pada jumlah lipid dan lipoprotein. Hal ini akhirnya akan menyebabkan timbunan lemak yang bisa menyumbat arteri.

    Dalam hal ini, relawan pria dan wanita dibagi menjadi dua kelompok yang bergantung pada diet masing-masing. Kelompok pertama mengonsumsi asam lemak jenuh tingkat tinggi secara teratur, sementara yang lain mengonsumsi asam lemak jenuh tingkat rendah.

    Para peserta, berusia 21 hingga 26 dan dengan BMI antara 20 dan 35, kemudian secara acak ditugaskan untuk mengkonsumsi daging merah, daging putih dan diet protein non-daging. Selama empat minggu, sampel darah dari masing-masing pun dikumpulkan. Rupanya, ditemukan bahwa kedua daging merah dan putih meningkatkan kadar kolesterol lebih dari protein nabati.

    Menariknya, peningkatan kadar kolesterol tidak terkait dengan asupan tinggi lemak jenuh. "Ternyata ini secara utama disebabkan oleh peningkatan partikel LDL (low-density lipoprotein) yang besar," kata Krauss seperti yang dilansir dari Men’s Health pada 11 Juni 2019.

    Baca: Tips Mengolah Daging untuk Hidangan Lebaran agar Tidak Alot

    Sebaliknya, sumber protein non-daging seperti sayuran, kacang-kacangan dan susu terbukti paling bermanfaat untuk kadar kolesterol. "Temuan ini sesuai dengan rekomendasi mempromosikan diet dengan proporsi tinggi makanan nabati. Sebab dapat dibuktikan bahwa ternyata kedua kategori protein daging menghasilkan konsentrasi LDL yang sama-sama lebih tinggi,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | MENSHEALTH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.