Bahaya Menggelitik Anak, Bisa Kesulitan Bernapas hingga Trauma

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi tertawa (Pixabay.com)

    Ilustrasi bayi tertawa (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi sebagian orang, menggelitik anak kecil adalah hal yang menyenangkan. Melihat si kecil tertawa lepas karena kegelian bisa membuat Anda senang. Namun rupanya, menggelitik anak kecil ternyata memiliki risiko besar. 

    Baca juga: Candu Tren Digital, Lakukan Pencegahan pada Anak dengan Ini

    Melansir dari Bright Side dan Times of India, berikut adalah beberapa alasannya.

    1. Tertawa akibat gelitik tidak membuatnya bahagia

    Anak-anak, terutama yang sedang merasakan kegelian tentu tidak akan berhenti tertawa. Hal tersebut memberi orang tua menganggap bahwa anak mereka benar-benar menikmatinya, padahal sebenarnya tidak.

    Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di University of California pada 1997, para ilmuwan menemukan bahwa menggelitik tidak menciptakan perasaan bahagia yang sama seperti yang diciptakan ketika seseorang menertawakan lelucon lucu. Namun, menggelitik justru hanya menciptakan ilusi lahiriah bahwa ia sedang bahagia.

    2. Menggelitik adalah tanda dominasi

    Seseorang yang merasa digelitik akan kehilangan kontrol diri. Sayangnya, perjuangan untuk mendapatkan kendali agar kembali normal bisa meninggalkan kenangan yang tidak menyenangkan atau trauma seumur hidupnya. Bahkan, menurut Profesor Biologi Evolusi di University of Michigan, Dr. Richard Alexander, menggelitik bisa menjadi bentuk dominasi dan tawa yang mengikuti adalah cara untuk menunjukkan kepatuhan.

    3. Teknik gelitik digunakan sejak dulu untuk menyiksa

    Tahukah Anda bahwa hal ini telah digunakan sebagai bentuk penyiksaan? Selama pemerintahan Dinasti Han di Cina, menggelitik adalah cara menyiksa kaum bangsawan. Sebab ini tidak meninggalkan bekas dan korban dapat pulih dengan mudah dan cepat. Di Jepang, hal ini juga sangat populer. Di mana mereka bahkan menciptakan kata khusus untuk itu, yakni kusuguri-zeme yang berarti ‘gelitik tanpa ampun’.

    Sebuah survei yang dibuat oleh Vernon R. Wiehe dari Universitas Kentucky juga menunjukkan bahwa 150 orang dewasa yang dilecehkan oleh saudara mereka selama masa kanak-kanak. Rupanya, banyak dari mereka yang melaporkan penggelitikan sebagai jenis pelecehan fisik.

    Bahkan, studi ini menyimpulkan bahwa menggelitik dapat memicu reaksi fisiologis ekstrem pada korban seperti muntah dan kehilangan kesadaran karena ketidakmampuan untuk bernapas.

    Baca juga: Pilihan Wahana Bermain yang Kembangkan Fungsi Motorik Anak

    4. Sulit menciptakan kepercayaan

    Menurut Dr. Alexander, menggelitik dapat menyebabkan gangguan mental karena pengalaman buruk yang dialami. Bahkan, hal ini bisa bertahan seumur hidup. Pada umumnya, ia mengatakan bahwa mereka tidak dapat bersantai ketika orang lain berada dekat dengan mereka. Terlebih lagi jika harus bersentuhan. Sehingga secara internal, kepercayaan akan sulit didapat dari orang sekitar. Tentu ini berarti, akan berdampak pula saat mereka yang ingin menjalin hubungan dengan orang yang disukai.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | BRIGHT SIDE | TIMES OF INDIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.