4 Penyebab Perceraian Terbanyak, Ada Masalah Komunikasi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan makan bersama tapi sibuk main ponsel. dispatchreview.com

    Ilustrasi pasangan makan bersama tapi sibuk main ponsel. dispatchreview.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perceraian tentu tidak diharapkan oleh setiap pasangan yang telah menikah. Namun rupanya, hal tersebut sangat mungkin terjadi ketika Anda melakukan beberapa kesalahan yang tidak disadari.

    Baca juga: Awas, Masalah Kecil Ini Bisa Memantik Perceraian

    Kepada situs Your Tango, konsultan pernikahan, Teresa Atkin menyebutkan empat hal utama penyebab perceraian, seperti berikut.

    1. Terlalu sering membahas masalah

    Membicarakan masalah kepada suami atau istri memang akan menyelesaikan masalah Anda. Namun, ada baiknya tidak terlalu sering membahas dan memperdebatkannya.

    Mungkin Anda berharap, mendiskusikan masalah dengan pasangan akan membuat mereka berubah. Tapi belum tentu, lo. Kadang-kadang masalah komunikasi menjadi hambatan sehingga apa yang Anda inginkan tidak terjadi. Anda harus belajar keterampilan komunikasi yang efektif dengan pasangan Anda.

    2. Anda hidup paralel

    Hidup paralel berarti Anda tidak fokus pada satu hal, yakni keluarga. Mungkin Anda adalah seorang yang mementingkan karier atau memiliki segudang kegiatan. Sehingga, Anda akan merasa asing saat berada dalam keluarga.

    Untuk itu, fokuskan diri Anda pada satu hal. Namun, bukan berarti ini membatasi Anda berkembang. Menjadi seseorang yang memperhatikan karier sejatinya sah saja. Asal, keluarga selalu menjadi prioritas.

    3. Berfokus pada yang salah

    Perselisihan dalam kehidupan rumah tangga adalah hal yang wajar. Saat berselisih paham, Anda harus mencermati pangkal permasalahannya. Jangan sampai Anda berfokus pada oknum yang melakukannya. Ini tidak akan menyelesaikan masalah Anda, justru sebaliknya menambah masalah baru. Jernihkan pikiran Anda untuk menemukan masalah sesungguhnya. Jangan terlalu berpikir negatif dan skeptis.

    Baca juga: Menjaga Hubungan Baik setelah Perceraian, Ini Saran Mike Lewis

    4. Mengucapkan kata-kata mematikan seperti "Saya layak ..."

    Hilangkan kata-kata ini dalam kosakata Anda. Mengatakan “Saya layak” secara inheren mengandung permintaan dan menunjukkan bahwa Anda lebih berharga. Padahal, Anda dan pasangan sama berharganya. Fokuslah untuk mengetahui nilai Anda sendiri. Ketahui apa yang menurut Anda penting dalam suatu hubungan, dan belajar bagaimana untuk mendapatkannya. 

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | YOURTANGO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.