Cat Rambut Sebabkan Iko Uwais Sempat Masuk Rumah Sakit, Kok Bisa?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • iko uwais (instagram.com)

    iko uwais (instagram.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mewarnai rambut adalah salah satu pilihan untuk mengubah penampilan. Tapi, proses pewarnaan ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Sebab, cat rambut mengandung berbagai bahan kimia yang bisa menyebabkan masalah kesehatan.

    Baca juga: Plus-Minus Cat Rambut Alami Menurut Penata Rambut

    Itulah yang sempat dialami aktor Iko Uwais. Ia harus menjalani perawatan di rumah sakit gara-gara mewarnai rambutnya untuk berperan di film terbarunya, “Stuber”, yang diproduksi di Hollywood, Amerika Serikat. 

    "Saya masuk rumah sakit gara-gara rambut. Jadi sebelum syuting, sutradara (Michael Dowse) melihat sosok Tejo. Dia pengin ubah Iko dari segi penampilan bukan Iko, sebagai Iko. Kalau bisa, warna rambutnya beda," kata Iko dalam jumpa pers film "Stuber" di Jakarta, Senin, 24 Juni 2019.

    Aktor laga itu lalu mengikuti kemauan sang sutradara dan mewarnai rambutnya menjadi pirang. Dalam prosesnya, dia harus melakukan bleaching hingga empat sampai lima jam. Akibat proses itu, ia merasakan migrain selama satu atau dua hari. Sedikit saja disentuh rambutnya, ia merasa sakit.

    "Selama syuting (saya) pakai painkiller (karena) saya kira sakit kepala biasa. Tapi, dua minggu berturut-turut enggak hilang. Hari itu disuntik dua kali, ternyata ada saraf yang iritasi,” kata aktor The Raid ini.

    Pewarna rambut mengandung berbagai bahan kimia, termasuk Paraphenylenediamine atau PPD, yang bukan hanya menyebabkan rambut kering dan rontok, tapi juga berbagai masalah kesehatan lain. PPD bisa menyebabkan alergi. Gejala-gejala seperti gatal di area kulit kepala hingga kemerahan. Kandungan ini juga bisa menyebabkan asma yang membuat penderitanya kesulitan bernapas.

    Selain alergi, cat rambut bisa mengiritasi mata saat tak sengaja mengenainya. Mata pun bisa berubah menjadi merah dan bengkak.

    Baca juga: Mewarnai Rambut Tidak Harus Bleaching, Ini Alasannya

    Hal yang paling berbahaya adalah kanker. Jika terlalu sering menggunakan pewarna rambut, zat kimia di dalamnya bisa menyebabkan perubahan hormon dan kanker. 

    ANTARA | TABLOID BINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.