Turun 8 Kilogram Sebulan, Intip Diet Ekstrem Yesung Super Junior

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yesung Super Junior (Instagram @yesung1106)

    Yesung Super Junior (Instagram @yesung1106)

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota grup K-pop Super Junior atau Suju, Yesung tengah menjadi perbincangan publik. Hal itu karena berat badannya yang turun sangat drastis.

    Baca juga: Heechul Super Junior - Kim Jaejoong Pernah Ribut Gara-gara Burger

    Seperti yang diketahui, Yesung memang tidak memiliki ukuran badan yang besar. Namun pipinya chubby atau tembam. Oleh karena ingin menampilkan gambaran yang lebih menawan di album terbarunya, ia pun melakukan diet ekstrem.

    Dalam wawancara bersama sebuah radio di Korea Selatan, dia mengaku hanya makan satu kali dalam dua hari. Hasilnya pun luar biasa, di mana ia bisa menurunkan berat badan sebanyak delapan kilogram dalam satu bulan.

    Yesung dan Siwon Super Junior (Instagram @yesung1106)

    “Sebelumnya, saya menyadari bahwa rahang saya telah tertimbun oleh banyak lemak. Jadi saya tidak mau lagi malas-malasan dan diet ketat, khususnya untuk penggarapan album terbaru,” katanya seperti yang dilansir dari Koreaboo pada Selasa, 25 Juni 2019.

    Perubahan Yesung dapat dilihat di Instagramnya, @yesung1106. Pada 15 Juni 2019, ia mengunggah foto bersama Siwon. Di foto itu terluhat bahwa tak hanya tubuh, pipinya pun jadi lebih tirus. 

    Baca juga: Rossa Bikin Grup Pelukan dengan Super Junior di Korea

    Diet yang dilakukan Yesung memang dapat menunjang penampilan, tapi fans selalu berharap Yesung Super Junior dapat selalu menjaga kesehatannya dan tidak lagi melakukan sesuatu yang memiliki resiko besar seperti ini. Sebab, ELF atau penggemar Suju tentu tetap menyayangi Yesung dengan bentuk tubuh apapun.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | KOREABOO | INSTAGRAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.