Cegah Pertumbuhan Sel Kanker Dengan Kunyit dan 3 Bahan Alami Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kanker. shutterstock.com

    Ilustrasi Kanker. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanker adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti masyarakat di seluruh dunia. Ini disebabkan oleh tingginya angka kematian yang diciptakannya.

    Baca: Arswendo Atmowiloto Kanker Prostat, Cek Gejalanya Saat Berkemih

    Meski demikian, Anda tidak perlu khawatir. Sebab, terdapat banyak cara yang bisa dilakukan guna mencegah pertumbuhan sel kanker pada tubuh. Salah satunya adalah dengan mengkonsumsi berbagai bahan alami.

    Melansir dari Medical News Today dan Health Line, berikut adalah empat jenis rempah yang terbukti ampuh menangkal kanker itu.

    1. Jahe
    Jahe telah lama dikenal dalam pengobatan alternatif untuk mengobati bermacam-macam keluhan kesehatan, seperti pilek, batuk, mual sampai sembelit. Jahe dapat digunakan dalam bentuk segar maupun bubuk bahkan manisan. Dalam bentuk berbeda, jahe mempunyai rasa dan aroma sedikit berbeda. Secara umum, Anda dapat mengganti 1/8 sendok teh jahe bubuk dengan satu sendok makan jahe parut segar atau sebaliknya. Mengkonsumsi jahe dengan varian pengolahannya, terutama untuk minuman, dapat memberikan kenyamanan pada perut mual selama pengobatan kanker.

    2. Kayu manis
    Bumbu dapur ini memiliki sensasi hangat dan merupakan sumber antioksidan yang baik. Kayu manis umumnya digunakan pada masakan Mediterania dan sering dijumpai sebagai bahan utama dalam bumbu masakan Italia. Anda dapat menggunakannya untuk menambah rasa pada sup, pasta tomat, roti, dan sebagai bumbu pada masakan tinggi protein seperti unggas, daging sapi, dan domba. Kayu manis membantu proses detoksifikasi pada penderita kanker, meringankan gangguan pencernaan, perut kembung, kehilangan nafsu makan, dan masalah pencernaan lain. Cobalah minum tiga cangkir daun kayu manis setiap hari untuk membantu mengatasi masalah ini.

    3. Kunyit
    Kunyit, seperti juga jahe, merupakan bumbu dapur berbentuk umbi. Kunyit banyak digunakan sebagai bumbu kari yang memberikan rasa yang khas. Curcumin adalah senyawa aktif yang ada dalam kunyit, yang dikenal luas mempunyai sifat antioksidan dan anti-inflamasi, yang berpotensi melindungi sel tubuh terhadap perkembangan kanker. Suplemen ekstrak kunyit saat ini sedang dipelajari untuk melihat khasiat kunyit sebagai pencegah dan pengobatan beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar, prostat, payudara dan kanker kulit.

    Baca: Bocah 2 Tahun Ini Akhirnya Sembuh dari Kanker Rahim, Ini Kisahnya

    4. Bawang putih
    Bawang putih memiliki kandungan sulfur yang tinggi dan merupakan sumber arigin, oligosakarida, flavonoid, dan selenium yang semuanya bermanfaat bagi kesehatan. Senyawa aktif bawang putih, yang disebut allicin, memberikan bau yang khas saat bawang diiris, dicincang, atau ditumbuk. Beberapa studi menunjukkan bahwa meningkatkan asupan bawang putih mengurangi risiko kanker perut, usus besar, esofagus, pankreas, dan payudara. Tampaknya bawang putih dapat melindungi dari kanker melalui beberapa mekanisme, diantaranya menghambat infeksi bakteri dan pembentukan zat penyebab kanker, meningkatkan perbaikan DNA, dan menginduksi kematian sel. Bawang putih membantu detoksifikasi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta membantu mengurangi tekanan darah tinggi.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | MEDICALNEWSTODAY | HEALTHLINE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.