Bahan Kimia Sabun Mandi dan Pasta Gigi Bisa Memicu Osteoporosis

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sabun mandi (Pixabay.com)

    Ilustrasi sabun mandi (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sabun mandi, pasta gigi, dan banyak produk perawatan tubuh lainnya hampir tak bisa dipisahkan dari hidup sehari-hari. Meski memiliki banyak manfaat, produk-produk ini juga ternyata menimbulkan dampak negatif, salah satunya osteoporosis atau pengeroposan tulang. Penyebabnya adalah kandungan bahan kimia antibakteri yang disebut dengan triclosan. 

    Baca juga: Orang Dewasa Sebaiknya Tidak Pakai Sabun Bayi, Apa Alasannya?

    Hal tersebut diungkapkan sebuah studi dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism. Triclosan disebut mengganggu endokrin dan telah dilarang Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) dalam beberapa tahun terakhir.

    Peneliti mengklaim studi ini menjadi yang pertama menyelidiki hubungan antara paparan triclosan dengan kepadatan mineral tulang dan osteoporosis, demikian dilansir Indian Express, Kamis, 27 Juni 2019.

    "Studi laboratorium telah menunjukkan triclosan mungkin berpotensi berdampak buruk terhadap kepadatan mineral tulang dalam garis sel atau pada hewan," kata Yingjun Li, Hangzhou Medical College School of Public Health di China.

    "Namun, sedikit yang diketahui tentang hubungan antara triclosan dan kesehatan tulang manusia," kata Li.

    Untuk keperluan studi, para peneliti menganalisis data dari 1.848 orang wanita agar bisa mengetahui hubungan antara triclosan dan kesehatan tulang.

    Baca juga: Tips Kesehatan: Memilih Sabun Mandi Sesuai Jenis Kulit

    Peneliti menemukan wanita dengan kadar triclosan yang lebih tinggi dalam urin mereka lebih cenderung memiliki masalah tulang.

    ANTARA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.