4 Dampak Pornografi pada Anak, Kerusakan Otak dan Kecanduan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pornografi.[Sky News]

    Ilustrasi pornografi.[Sky News]

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak-anak kini semakin mudah terpapar pornografi. Pekan lalu, sepasang suami istri membuat heboh karena mempertontonkan adegan seks di depan anak-anak dengan membayar Rp 5.000. Belum lagi konten pornografi digital yang semakin mudah dijangkau anak-anak melalui gawai.

    Baca juga: Sebab Remaja Gampang Terpapar Pornografi Menurut Psikolog

    Paparan pornografi dapat menimbulkan dampak buruk bagi anak-anak. Apa saja bahayanya? 

    1. Kecanduan

    Berbagai konten pornografi yang muncul melalui iklan, media sosial, games, film, video klip, ataupun tontonan di atas awalnya akan membangkitkan rasa penasaran terlebih dahulu pada anak, bahkan saat tidak sengaja melihat sekalipun. Rasa penasaran inilah yang menjadi dorongan anak-anak untuk melihat lebih banyak konten pornografi lainnya.

    Selain itu, kecanduan ini dipicu oleh pengeluaran hormon dopamin pada otak sehingga akan menimbulkan perasaan bahagia ketika menonton konten pornografi. Bila tidak segera dicegah, bukan tidak mungkin kecanduan terhadap konten pornografi dapat terjadi pada anak.

    2. Merusak otak

    Pornografi dapat merusak otak anak, tepatnya pada salah satu bagian otak depan yang disebut Pre Frontal Cortex (PFC). Hal ini disebabkan karena bagian PFC yang ada di otak anak belum matang dengan sempurna. Jika bagian otak ini rusak, maka dapat mengakibatkan konsentrasi menurun, sulit memahami benar dan salah, sulit berpikir kritis, sulit menahan diri, sulit menunda kepuasan, dan sulit merencanakan masa depan.

    3. Keinginan mencoba dan meniru

    Dampak lain yang dirasakan anak setelah melihat pornografi adalah keinginan untuk mencoba dan meniru. Ini berkaitan dengan terpengaruhnya mirror neuronMirror neuron adalah sel-sel otak yang mampu membuat anak seperti merasakan atau mengalami apa yang ditontonnya, termasuk pornografi. Hal ini dapat mendorong anak untuk mencoba dan meniru apa yang dilihatnya.

    4. Mulai melakukan tindakan seksual

    Jika tidak diawasi, anak-anak yang terpapar pornografi ini bisa saja mencoba melakukan tindakan seksual untuk mengatasi rasa penasarannya. Apalagi jika mereka sudah remaja, jika tidak diberikan pendidikan dan pemahaman seksual yang baik, keinginan melakukan tindakan-tindakan seksual sulit dicegah.

    Baca juga:
    Stop Pornografi, Simak 6 Alasannya

    Ketika anak mulai mengenal pornografi, orangtua harus melakukan berbagai hal dalam memberikan pengertian tentang bahaya pornografi dan pemahaman mengenai organ seksual mereka, bukan malah mengecamnya. Selain pendidikan seks, orang tua juga perlu mengenalkan bahaya pornografi juga membatasi akses pada gawai. 

    SEHATQ.COM


     

     

    Lihat Juga