Perut Kembung pada Lansia, Waspada Gangguan Liver

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perut kembung. Sina.com

    Ilustrasi perut kembung. Sina.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perut kembung biasanya disebabkan oleh penumpukan gas di perut atau gangguan pencernaan biasa. Tapi dalam kondisi tertentu, perut kembung juga bisa disebabkan oleh gangguan hati atau liver seperti asites atau penumpukan cairan di perut dan hepatomegali atau pembesaran organ hati.

    Baca juga: Siapa Sangka Makanan Ini Mengancam Kesehatan Liver

    Kondisi ini biasanya dialami lansia. Beda dengan perut kembung biasa, gangguan lever biasanya diikuti dengan penurunan nafsu makan.

    Berikut beberapa gangguan lever yang bisa membuat perut kembung. 

    1. Asites

    Asites merupakan penumpukan cairan pada rongga perut atau panggul. Selain perut kembung, gejala kondisi ini adalah malas untuk makan. Namun anehnya, penderita malah akan mengalami kenaikan berat badan, sebagai ciri lain dari kondisi medis ini.

    Penderita asites juga akan mengalami tanda-tanda lain, seperti perubahan lingkar perut, pembengkakan pada pergelangan kaki, napas pendek, ambeien, serta merasa kelelahan. Hal yang harus diwaspadai adalah asites yang disertai penyakit kuning dapat menjadi tanda dari gangguan hati lain, seperti hepatitis ataupun kanker hati.

    2. Hepatomegali 

    Organ hati dapat mengalami pembesaran yang tidak normal atau hepatomegali. Pembesaran ini bukanlah penyakit, namun dapat menjadi indikasi dari penyakit yang menyerang hati, seperti radang hati atau hepatitis.

    Kondisi ini tidak menimbulkan gejala awal. Jadi, jika penderita merasakan perut kembung atau perasaan begah, biasanya sudah tergolong parah.

    Selain perut kembung, hepatomegali bisa menimbulkan gejala lain seperti berkurangnya nafsu makan, turunnya berat badan, muntah dan mual, serta kulit serta mata yang terlihat kuning.

    3. Kanker hati

    Perut kembung, yang muncul saat asites dan penyakit kuning, dapat menjadi pertanda dari kanker hati maupun kanker metastasis pada hati.

    Kanker hati dapat terjadi karena sel kanker yang memang tumbuh di organ hati. Sementara itu, kanker metastasis pada hati berasal dari kanker di organ tubuh lain, seperti patu-paru, usus, atau payudara, yang terbawa melalui aliran darah. Kanker metastasis lebih sering terjadi dibandingkan yang bermula dari organ hati.

    Tidak hanya perut kembung, kanker hati dan kanker metastatis pada hati, juga memunculkan tanda-tanda lain seperti penurunan nafsu makan, nyeri pada perut bagian atas, muntah dan mual, serta kelelahan. Sayangnya, gejala-gejala ini mungkin tidak dirasakan di awal-awal kemunculan kanker.

    4. Hemangioma

    Hemangioma atau benjolan yang terbentuk dari pertumbuhan pembuluh darah biasanya terjadi pada permukaan kulit. Tapi bisa juga muncul di organ lain seperti hati. Gangguan ini memang tidak berkembang menjadi kanker, tapi jika ukurannya sudah lebih dari 4 sentimeter maka akan menimbulkan nyeri dan perasaan tidak nyaman. Selain perut kembung, gangguan ini bisanya disertai dengan rasa mual dan tidak nafsu makan.

    Baca juga: Kenali gejala Gangguan Liver sejak Dini, Ini Saran Dokter

    Jadi, saat Anda merasakan gejala perut kembung yang tidak normal, serta diiringi dengan tanda-tanda di atas, segeralah cari bantuan medis untuk menghindari terjadinya komplikasi gangguan hati yang lebih parah.

    SEHATQ.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.